Pencarian

Katarak Buat Pengemudi Ojek di Soe Buta 5 Tahun, Operasi Gratis Kemensos di RSUD Naibonat Pulihkan Penglihatannya

Jumat, 05 Juni 2026 • 18:26:05 WIB
Katarak Buat Pengemudi Ojek di Soe Buta 5 Tahun, Operasi Gratis Kemensos di RSUD Naibonat Pulihkan Penglihatannya
Oktovianus Klein menjalani operasi katarak gratis di RSUD Naibonat, Kabupaten Kupang.

SOE — Oktovianus Klein, warga Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, menjalani hidup dalam kabut selama setengah dekade. Mata kanannya terserang katarak, membuat pandangannya buram dan silau saat berkendara. Sebagai pengemudi ojek yang juga mengantar sayur mayur ke pasar, kondisi ini nyaris menghentikan sumber penghidupannya.

Ketakutan yang Berujung pada Penundaan

Selama lima tahun, Oktovianus memilih bertahan dengan penglihatan yang terus memburuk. Bukan hanya soal biaya, ia juga mengaku ketakutan setelah mendengar informasi keliru dari orang-orang di sekitarnya. "Saya dengar mata asli akan dicungkil dan diganti dengan mata kucing. Saya takut sekali," ujarnya.

Hambatan akses ke dokter spesialis mata di wilayah TTS kala itu memperparah situasi. Ia tidak punya pilihan selain terus mengendarai motor dengan rasa was-was, terutama saat lampu kendaraan lain menyilaukan matanya di jalan raya.

Edukasi dari Pendamping PKH yang Mengubah Segalanya

Ketakutan itu akhirnya sirna setelah pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) setempat memberikan penjelasan secara rinci tentang prosedur operasi katarak. Oktovianus pun memberanikan diri untuk mendaftar program bakti sosial yang digelar dalam rangka peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN).

Operasi gratis ini merupakan hasil kolaborasi Kementerian Sosial RI, Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI), Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih (YPP), dan Pemerintah Kabupaten Kupang. Proses operasi berlangsung secara bertahap di RSUD Naibonat mulai 29 hingga 31 Mei 2026.

Dunia Kembali Terang, Penghidupan Kembali Normal

Pasca operasi, Oktovianus merasakan perubahan yang signifikan. Meski belum pulih total, ia sudah bisa melihat tanpa gangguan kabut yang selama ini menghalangi pandangannya. "Saya sekarang lebih tenang. Bisa kerja lagi seperti dulu," katanya.

    Fakta Singkat:
  • Penderita: Oktovianus Klein (62), pengemudi ojek asal Kota Soe, TTS.
  • Durasi gangguan penglihatan: 5 tahun akibat katarak pada mata kanan.
  • Pelaksana: Kemensos, PERDAMI, YPP, dan Pemkab Kupang.
  • Lokasi operasi: RSUD Naibonat, Kabupaten Kupang.
  • Jadwal operasi: 29–31 Mei 2026, dalam rangka HLUN.

Harapan Baru bagi Lansia di Wilayah 3T

Kisah Oktovianus menjadi potret keterbatasan akses kesehatan mata di daerah terpencil NTT. Program operasi katarak gratis seperti ini menjadi angin segar bagi lansia yang selama ini hidup dalam kegelapan akibat hambatan biaya dan minimnya edukasi medis.

Oktovianus kini bisa kembali mengemudikan ojeknya tanpa rasa takut. "Saya pasrahkan semua pada Yang Maha Kuasa. Alhamdulillah, hasilnya baik," pungkasnya.

Bagikan
Sumber: inikata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks