KUPANG — Ratusan personel gabungan dari Satbrimob Polda NTT, TNI, dan pemerintah daerah turun langsung ke pesisir Kota Kupang dalam aksi bakti lingkungan. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap ekosistem pesisir yang kerap tercemar sampah, sekaligus memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Bersihkan Sampah di Sepanjang Garis Pantai
Aksi bersih-bersih difokuskan pada kawasan pesisir yang menjadi titik kritis penumpukan sampah. Personel gabungan memungut sampah plastik, kayu, dan limbah rumah tangga yang terbawa arus ke bibir pantai.
Komandan Satuan Brimob Polda NTT menyebut bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menjaga lingkungan. "Kami ingin memberikan contoh kecil bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama," ujarnya dalam keterangan yang diterima media.
Penanaman Pohon untuk Cegah Abrasi
Selain bersih-bersih, bakti lingkungan ini juga diisi dengan penanaman puluhan pohon di area pesisir yang rawan abrasi. Bibit pohon yang ditanam, seperti cemara udang dan mangrove, dipilih karena mampu menahan ombak dan memperkuat struktur tanah di garis pantai.
Personel TNI yang turut serta dalam kegiatan tersebut menambahkan bahwa aksi ini diharapkan bisa menjadi agenda rutin. "Bukan hanya seremonial, tapi ada dampak jangka panjang bagi lingkungan pesisir Kupang," kata salah satu perwira TNI di lokasi.
Sinergi Tiga Pilar untuk Lingkungan Berkelanjutan
Kegiatan ini melibatkan unsur kepolisian, TNI, serta dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kota Kupang. Pemerintah daerah setempat menyambut baik inisiatif tersebut dan berjanji akan mengawal kelestarian pohon yang baru ditanam.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup tahun ini mengusung tema restorasi lahan dan ketahanan terhadap kekeringan. Aksi di Kupang menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang menyoroti pentingnya menjaga ekosistem pesisir di wilayah NTT yang rentan terhadap perubahan iklim.