KUPANG — Kolaborasi antara komunitas literasi dan komunitas sosial di Kota Kupang kembali menyasar kelompok petani kecil. TBM Gading Taruna NTT bersama SAMBA membagikan bantuan bibit sayuran kepada petani di Kelurahan Bello, sebagai bagian dari gerakan sosial yang telah berjalan sejak November 2024.
Bibit Gratis untuk Kurangi Beban Produksi Petani
Bantuan yang disalurkan meliputi bibit brokoli, sawi, labu, dan beberapa jenis sayuran lainnya. Salah seorang penerima, David Tuan, mengaku bantuan ini sangat membantu karena mengurangi pengeluaran di awal musim tanam.
"Bibit ini sangat bermanfaat. Biasanya kami harus beli sendiri, sekarang ada yang bantu," ujar David.
Mengapa SAMBA Memilih TBM Gading Taruna sebagai Mitra?
Pengurus SAMBA, Doni Fidelis Salmon, mengatakan pihaknya sengaja menggandeng TBM Gading Taruna karena lembaga itu dinilai konsisten mendampingi petani di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. Menurut Doni, kolaborasi lintas komunitas ini menjadi cara untuk memperluas dampak kegiatan sosial.
"Gerakan sosial ini telah kami jalankan sejak November 2024. Kami memilih bermitra dengan TBM Gading Taruna karena lembaga ini memiliki perhatian yang besar terhadap pemberdayaan masyarakat," kata Doni.
Petani Garda Terdepan Ketahanan Pangan, Perhatian Tak Boleh Sesaat
Pengelola TBM Gading Taruna NTT, Goris Takene, menegaskan bahwa bantuan ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ia menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan bagi petani yang menjadi penyangga utama ketersediaan pangan.
"Petani adalah penyangga utama ketahanan pangan bangsa. Mereka menjaga ketersediaan bahan pangan yang menjadi urat nadi kehidupan manusia. Karena itu, perhatian kepada petani tidak boleh bersifat sesaat," tegas Goris.
Ia berharap bantuan bibit sayuran ini dapat mendorong semangat petani untuk terus mengembangkan usaha taninya.
Harapan Petani: Program Berlanjut, Jangkau Lebih Banyak Kelompok
David Tuan berharap kegiatan serupa tidak berhenti di Kelurahan Bello saja. Menurutnya, masih banyak petani lain di wilayah Kupang yang membutuhkan bantuan serupa, terutama di tengah fluktuasi harga pupuk dan bibit.
Kegiatan ini menjadi salah satu contoh kolaborasi antara komunitas pemuda dan lembaga literasi dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat di tingkat akar rumput. (goe)