KUPANG — PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) telah merilis jadwal operasional KM Binaiya untuk bulan Juli 2026. Kapal penumpang milik negara itu akan melayani sejumlah rute strategis di kawasan Nusa Tenggara Timur dan sekitarnya.
Rute Perdana: Waingapu-Bima pada 1 Juli 2026
KM Binaiya dijadwalkan berlayar dari Pelabuhan Waingapu, Sumba Timur, menuju Pelabuhan Bima, Nusa Tenggara Barat, pada 1 Juli 2026. Rute ini menjadi salah satu layanan utama yang menghubungkan Pulau Sumba dengan Pulau Sumbawa.
Jadwal keberangkatan dari Waingapu diharapkan memudahkan mobilitas warga dan distribusi logistik antarpulau. Belum ada informasi resmi mengenai jam keberangkatan dan estimasi waktu tempuh dari pihak Pelni.
Labuan Bajo-Makassar pada 4 Juli 2026
Selain rute Waingapu-Bima, KM Binaiya juga dijadwalkan melayani perjalanan dari Labuan Bajo, Manggarai Barat, menuju Makassar, Sulawesi Selatan, pada 4 Juli 2026. Rute ini merupakan jalur utama yang menghubungkan kawasan wisata super prioritas dengan ibu kota provinsi Sulawesi Selatan.
Labuan Bajo sendiri merupakan pintu gerbang menuju Taman Nasional Komodo yang setiap tahun dikunjungi ribuan wisatawan domestik dan mancanegara. Kehadiran KM Binaiya di rute ini menjadi alternatif transportasi laut bagi masyarakat dan pelaku pariwisata.
Bagaimana Cara Cek Jadwal dan Tiket?
Masyarakat yang ingin memesan tiket KM Binaiya untuk bulan Juli 2026 dapat mengakses aplikasi Pelni atau situs resmi Pelni. Pemesanan tiket biasanya dibuka mulai H-60 sebelum keberangkatan.
Informasi lebih lanjut mengenai jadwal, harga tiket, dan persyaratan perjalanan dapat diperoleh melalui kantor cabang Pelni terdekat atau menghubungi call center resmi Pelni di 021-162.
KM Binaiya: Kapal Andalan Pelni di Wilayah Timur
KM Binaiya merupakan salah satu kapal penumpang andalan Pelni yang melayani rute-rute di kawasan timur Indonesia. Kapal ini memiliki kapasitas angkut ribuan penumpang serta dilengkapi dengan berbagai fasilitas, termasuk kelas ekonomi dan kelas eksekutif.
Dengan adanya jadwal ini, diharapkan konektivitas antarpulau di Nusa Tenggara Timur dan sekitarnya semakin lancar, terutama menjelang musim liburan pertengahan tahun.