Pencarian

1.918 Sekolah di Flores Rusak Akibat Gempa, 141.207 Murid Terhenti Belajar dan 89 Tenda Darurat Terpasang

Senin, 31 Agustus 2026 • 19:08:03 WIB
1.918 Sekolah di Flores Rusak Akibat Gempa, 141.207 Murid Terhenti Belajar dan 89 Tenda Darurat Terpasang
sekolah di tujuh kabupaten di Pulau Flores rusak akibat gempa bumi, menyebabkan 141.207 murid terhenti belajarnya.

Sebanyak 1.918 satuan pendidikan di tujuh kabupaten dan 97 kecamatan di Nusa Tenggara Timur (NTT) rusak akibat gempa bumi di Pulau Flores, menyebabkan 141.207 murid terhenti belajarnya dan 48.164 warga sekolah terpaksa mengungsi. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyebut partisipasi multipihak menjadi kunci percepatan pemulihan layanan pendidikan pascabencana. Hingga Minggu (30/8), sebanyak 89 tenda darurat telah terpasang untuk menggantikan Ruang Kelas Darurat (RKD) yang dibutuhkan.

JAKARTA — Gempa yang mengguncang Pulau Flores belum lama ini menimbulkan kerusakan parah pada sektor pendidikan. Data terbaru per 23 Agustus mencatat tidak kurang dari 7 kabupaten terdampak, dengan rincian 665 sekolah mengalami rusak berat dan 6.927 ruang kelas tidak dapat digunakan. Situasi ini memaksa proses belajar mengajar terhenti total di 1.221 sekolah.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan bahwa bencana ini menjadi pengingat semua pihak tentang keberlangsungan layanan pendidikan yang merupakan tanggung jawab bersama.

141.207 Murid Terhenti Belajar, 48.164 Warga Sekolah Mengungsi

Dampak gempa tidak hanya berhenti pada ruang kelas. Berdasarkan data Tim Sekretaris Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), kerusakan juga melanda 418 laboratorium, 1.928 toilet, dan 370 rumah dinas guru. Para guru dan murid yang rumahnya rusak atau berada di zona rawan kini tinggal di tempat pengungsian.

Untuk memenuhi kebutuhan proses belajar selama masa tanggap darurat, sebanyak 785 sekolah telah mengusulkan pembangunan Ruang Kelas Darurat (RKD). Total kebutuhan mencapai 2.908 unit tenda.

Peran Multipihak: Dari Psikososial hingga Tenda Darurat

Alih-alih hanya mengandalkan pemerintah pusat, Kemendikdasmen menggerakkan kolaborasi lintas sektor. Perguruan tinggi diterjunkan untuk pendampingan psikososial, organisasi kemanusiaan membantu kebutuhan dasar, dan masyarakat ikut bergerak di lapangan.

"Kita sedang membangun kekuatan bersama untuk mempercepat pemulihan pendidikan di Flores," tegas Mendikdasmen Abdul Mu'ti dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Sejumlah mahasiswa dari Diponegoro Disaster Assistance Response Team (D-DART) Undip telah melakukan sesi pendampingan psikososial di Kabupaten Ngada pada Jumat (28/8) dan di SD Woe Natarandang, Bejawa, pada Minggu (30/8).

Progres Distribusi Tenda Darurat

Secara bertahap, Kemendikdasmen menyalurkan tenda ke lokasi terdampak. Per akhir pekan kemarin, sudah 89 tenda terpasang di berbagai sekolah. Sebanyak sembilan tenda lainnya masih dalam proses pengiriman dari Pos Logistik Pendidikan Manggarai Timur, dan dua tenda sedang dikirim dari Pos Logistik Labuan Bajo.

Apa Langkah Berikutnya?

Pada masa transisi pembelajaran yang berlangsung dua minggu hingga tiga bulan ke depan, pemerintah akan fokus pada perbaikan sanitasi serta asesmen teknis kerusakan bangunan oleh tim ahli.

Mendikdasmen mengapresiasi seluruh pihak yang telah hadir dan bergerak bersama untuk membantu pemulihan pendidikan di Flores. "Bencana ini menjadi pengingat bahwa dukungan partisipasi semesta bukanlah slogan, melainkan harus hadir dalam tindakan nyata," ujarnya.

Follow kabarbajo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kupang.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks