NUSA TENGGARA TIMUR — Keputusan kontroversial ini membuka jalan bagi striker AS tersebut untuk tampil di babak 16 besar melawan Belgia, Senin (6/7). Padahal, kartu merah yang diterima Balogun saat melawan Bosnia-Herzegovina di babak 32 besar semestinya membuatnya otomatis absen satu laga.
Klopp: Ini Bukan Permainan Mereka
Klopp, yang kini menjadi komentator Piala Dunia untuk MagentaTV, tak bisa menahan kekesalannya. Ia secara terang-terangan menyoroti dugaan percakapan telepon antara Trump dan Infantino yang disebut-sebut menjadi penyebab pembalikan hukuman tersebut.
"Jika Trump dan Infantino benar-benar mengatur semua ini di antara mereka sendiri, itu gila. Hal ini mempertanyakan integritas dari segalanya," ujar Klopp berapi-api seperti dikutip dari Rfi.
"Mari kita tegaskan ini adalah permainan kami, bukan permainan mereka. Dua orang ini, yang sama sekali tidak tahu apa-apa tentang sepak bola, seharusnya tidak boleh ikut campur dalam urusan ini," tambah pria berusia 59 tahun itu.
Aturan Tetaplah Aturan
Meskipun mengaku iba karena pelanggaran Balogun dinilai tidak disengaja, Klopp bersikeras bahwa keputusan wasit sudah tepat. Menurutnya, tidak ada ruang untuk perdebatan dalam insiden tersebut.
"Itu jelas kartu merah, tidak ada ruang untuk perdebatan. Kami menyayangkan situasi Balogun karena dia tidak sengaja melakukannya, tetapi aturan tetaplah aturan. Dalam sepak bola, kita semua pernah menderita akibat keputusan yang salah, tetapi kita belajar untuk hidup bersama keputusan itu," pungkas Klopp.
Gelombang Protes UEFA dan DFB
Keputusan FIFA yang menggunakan Pasal 27 Kode Disiplin untuk menangguhkan hukuman Balogun selama satu tahun masa percobaan langsung menuai kecaman. UEFA menyebut langkah FIFA telah melewati batas merah.
"Keputusan untuk menangguhkan hukuman otomatis satu pertandingan bagi Folarin Balogun telah melewati batas merah," bunyi pernyataan resmi UEFA.
Presiden Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB), Bernd Neuendorf, juga mendesak FIFA untuk segera mengklarifikasi rumor intervensi politik dari Gedung Putih. "Kesan adanya intervensi politik aktif dalam olahraga harus segera diselesaikan dan dibantah secara tuntas. Ini menyangkut integritas kompetisi dan kredibilitas FIFA," tegas Neuendorf.
Timnas Belgia Pelajari Opsi Hukum
Di sisi lain, kubu timnas Belgia mengaku terkejut dengan keputusan ini. Mereka kini tengah mempelajari semua opsi hukum yang tersedia menjelang laga krusial melawan Amerika Serikat.
Hingga berita ini diturunkan, baik FIFA maupun Gedung Putih masih bungkam terkait laporan pembicaraan telepon antara Trump dan Infantino yang disebut-sebut menjadi dalang di balik skandal ini.