KUPANG — Nelayan dan operator kapal tongkang di Nusa Tenggara Timur diminta menunda aktivitas melaut dalam 24 jam ke depan. BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang mendeteksi potensi gelombang laut kategori sedang dengan ketinggian mencapai 2,5 meter di sepuluh titik perairan strategis.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Edo Juan Alfian, menyatakan kondisi ini berbahaya bagi moda transportasi laut berukuran kecil. "Risiko tinggi terhadap aktivitas pelayaran, terutama bagi perahu nelayan dan kapal tongkang," tegas Edo dalam keterangan resmi yang diterima RRI, Minggu.
Perairan Mana Saja yang Terdampak?
Gelombang sedang diprakirakan terjadi di perairan selatan Alor-Pantar, perairan selatan Flores, Selat Sumba bagian barat, dan Laut Sawu. Area lainnya mencakup perairan selatan Sumba, perairan Sabu-Raijua, perairan utara Kupang-Rote, Selat Pukuafu, serta perairan selatan Timor-Rote.
Seluruh wilayah tersebut masuk dalam zona tangkapan utama nelayan tradisional di NTT. BMKG mengingatkan agar masyarakat pesisir tidak memaksakan diri melaut jika kondisi angin sudah menunjukkan tanda-tanda menguat.
Angin Bertiup Hingga 50 Kilometer per Jam
Selain gelombang, faktor angin juga menjadi perhatian. BMKG mencatat angin bertiup dari arah timur laut hingga tenggara dengan kecepatan berkisar 12–50 kilometer per jam atau setara 6–25 knot. Kecepatan ini masuk kategori sedang hingga kuat dan dapat memperburuk kondisi gelombang di perairan terbuka.
Kondisi cuaca umum di wilayah perairan NTT diprakirakan cerah hingga berawan. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan karena perubahan cuaca di laut bisa terjadi secara mendadak tanpa didahului tanda signifikan di darat.
Imbauan Tegas: Tunda Dulu Melaut
Edo Juan Alfian menekankan agar nelayan memprioritaskan keselamatan. Ia meminta masyarakat untuk selalu memantau informasi prakiraan cuaca maritim sebelum beraktivitas di laut. "Apabila saat akan melaut kondisi cuaca menunjukkan angin kencang disertai gelombang tinggi, sebaiknya tunda aktivitas pelayaran hingga kondisi kembali aman," ujarnya.
Informasi cuaca maritim terkini dapat diakses melalui siaran RRI maupun kanal media sosial resmi BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang. BMKG mengimbau para nakhoda dan pemilik kapal untuk tidak mengabaikan peringatan ini demi menghindari kecelakaan laut.