KUPANG — Pemerintah Kota Kupang mengubah haluan strategi pengentasan kemiskinan dari sekadar memberi bansos menjadi pemberdayaan ekonomi berkelanjutan. Lewat Program Garuda, pemuda yang tergabung dalam karang taruna didorong mengelola limbah dari dapur umum SPPG menjadi produk komersial.
Limbah SPPG Disulap Jadi Cuan
Salah satu inovasi yang langsung ditinjau wali kota adalah pengolahan sisa makanan dan limbah organik dari SPPG. Maggot hasil budidaya bisa dijual sebagai pakan ternak, sementara minyak jelantah diolah menjadi sabun cuci. Konsep ekonomi sirkular ini dinilai mampu menekan biaya produksi sekaligus membuka lapangan kerja baru.
"Sisa dari SPPG tidak terbuang begitu saja, tetapi diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat seperti maggot dan sabun cuci," ujar Christian saat meninjau stan pameran mahasiswa Undana.
Karang Taruna Jadi Motor Penggerak
Program Garuda merupakan inisiatif kolaboratif yang melibatkan tiga pihak: pemerintah, perguruan tinggi, dan karang taruna. Wali Kota menegaskan bahwa pemuda harus menjadi subjek utama, bukan sekadar objek program.
"Pengentasan kemiskinan harus dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan, bukan hanya mengandalkan bantuan sosial," kata Christian.
Pemerintah kota, lanjutnya, siap menjadi mitra aktif melalui koordinasi lintas sektor. Pendampingan teknis dari akademisi Undana akan menjadi jembatan agar produk yang dihasilkan karang taruna memiliki standar pasar.
Undana dan Kemendikti Dorong Kolaborasi Pentahelix
Rektor Undana, Prof. Jefri S. Bale, menegaskan perguruan tinggi harus menjadi bagian dari solusi persoalan kemiskinan. Model pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media disebutnya sebagai kunci keberhasilan program serupa di daerah lain.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Fauzan, yang turut hadir secara virtual, mengajak seluruh perguruan tinggi di NTT memperkuat kolaborasi. Menurutnya, kemiskinan dan pengangguran di NTT butuh solusi nyata dari riset terapan, bukan sekadar teori di kelas.
Target: Percepatan Penurunan Angka Kemiskinan
Pemkot Kupang menargetkan program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas pemuda, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru di sekitar kawasan SPPG. Dengan pendampingan yang tepat, potensi lokal yang selama ini terabaikan bisa menjadi sumber pendapatan tetap.
Christian optimistis sinergi antara karang taruna, universitas, dan pemerintah akan memperluas dampak program. "Karang Taruna didorong menjadi unggul dan berdaya," ujarnya menegaskan komitmennya.