Pencarian

IHSG Diprediksi Bergerak di Rentang 5.950-6.125, Aliran Modal Asing Masih Keluar Rp 885 Miliar

Rabu, 15 Juli 2026 • 11:13:01 WIB
IHSG Diprediksi Bergerak di Rentang 5.950-6.125, Aliran Modal Asing Masih Keluar Rp 885 Miliar
IHSG diproyeksikan bergerak dalam rentang 5.950 hingga 6.125 pada perdagangan hari ini.

JAKARTA — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diprediksi masih akan berada dalam fase konsolidasi. Tim Analis Phintraco Sekuritas memproyeksikan indeks akan bergerak dalam rentang 5.950 hingga 6.125, menyusul penutupan yang hampir stagnan pada level 6.039 di sesi sebelumnya.

Kondisi ini terjadi di tengah masih derasnya aliran modal asing yang keluar dari bursa saham domestik. Data mencatat net sell oleh investor asing mencapai Rp 885,58 miliar. Saham-saham sektor finansial menjadi sasaran utama pelepasan, di antaranya saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Dari sektor non-finansial, saham PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) juga banyak dilepas.

S&P Soroti Defisit Fiskal dan Pemangkasan Anggaran MBG

Tim Analis Phintraco Sekuritas menyebut para pelaku pasar masih mencermati sejumlah isu domestik, terutama kajian lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor’s (S&P) terkait kondisi fiskal Indonesia. S&P memproyeksikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan mencapai 2,9 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2026 dan 2027.

“S&P memproyeksikan defisit APBN mencapai 2,9 persen terhadap PDB pada 2026 dan 2027,” kata Tim Phintraco dalam risetnya. Sementara itu, rasio utang pemerintah diperkirakan berada di level 40,6 persen dari PDB pada 2026, dan naik tipis menjadi 40,7 persen pada 2027.

Lembaga rating tersebut juga memperkirakan pemerintah akan memangkas anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara signifikan, dari Rp 300 triliun menjadi sekitar Rp 100 triliun. Pemangkasan ini kemungkinan berasal dari penyesuaian parameter program, peningkatan efisiensi, dan penguatan pengawasan. “S&P menilai hal tersebut diperlukan untuk menjaga defisit APBN di bawah 3 persen,” tambah tim analis.

BEI Terapkan Kriteria Baru untuk Saham dengan Perubahan Harga Signifikan

Dari sisi regulasi bursa, Tim Phintraco juga mencermati kebijakan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait penambahan kriteria penetapan konsentrasi kepemilikan saham tinggi (HSC). “BEI akan menyaring saham-saham yang mengalami perubahan harga secara signifikan, tetapi tidak didukung aktivitas transaksi yang memadai,” jelasnya. Langkah ini dinilai sebagai upaya untuk meningkatkan tata kelola dan melindungi investor dari potensi fluktuasi harga yang tidak wajar.

Inflasi AS Melandai, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Menurun

Dari eksternal, data inflasi Amerika Serikat (AS) per Juni 2026 yang lebih rendah dari perkiraan menjadi katalis positif bagi pasar global. Inflasi AS pada Juni 2026 tercatat sebesar 3,5 persen secara tahunan, turun dari 4,2 persen pada bulan sebelumnya. Inflasi inti juga melandai ke 2,6 persen dari 2,9 persen.

Data ini menurunkan ekspektasi pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga The Fed pada akhir bulan ini. Selain itu, Presiden AS Donald Trump dikabarkan membatalkan tuntutannya agar kapal membayar biaya perlindungan untuk melintasi Selat Hormuz, meredakan ketegangan geopolitik di kawasan tersebut. Para investor kini menanti rilis data pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang dijadwalkan dalam waktu dekat.

Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks