KUPANG — Program revitalisasi pendidikan yang menjadi prioritas Presiden Prabowo mulai menunjukkan hasil di Indonesia bagian timur. Di SD Inpres Naimata, Kota Kupang, penambahan ruang kelas membuat sistem belajar tiga shift yang sebelumnya memberatkan siswa dan guru kini tidak lagi diterapkan.
“Sebelumnya hanya sekitar enam sampai tujuh ruangan kelas saja, kini sudah bertambah menjadi sekitar 16 kelas untuk mendukung tingginya jumlah pelajar di sekolah itu,” kata Direktur Ekosistem Media Kementerian Komdigi Farida Dewi Maharani saat meninjau sekolah tersebut, Selasa.
Dari Tiga Shift Kembali ke Sekolah Normal
Dengan tambahan sembilan ruang kelas baru, aktivitas belajar mengajar di SD Inpres Naimata berubah total. Sistem shift pagi-siang dan siang-sore yang selama ini dijalankan karena keterbatasan ruang, resmi dihapus.
“Anak-anak cukup sekolah dari pukul 7.30 hingga pukul 12.00 WITA. Kami tentu berharap revitalisasi ini tidak hanya pembangunan fisik, tetapi bisa memberikan dampak bagi kualitas pembelajaran,” ujar Farida.
Anggaran Rp3,1 Miliar untuk Gedung dan Papan Digital
Widyaprada Ahli Utama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Khamim mengungkapkan, anggaran revitalisasi SDI Naimata mencapai Rp3,1 miliar. Menurutnya, hasil pembangunan sangat memuaskan dan dampaknya signifikan bagi anak-anak di sekolah tersebut.
Revitalisasi tidak terbatas pada penambahan ruang kelas. Fasilitas lain seperti Papan Interaktif Digital (PID) dan toilet baru juga dibangun. Khamim berharap peningkatan mutu tidak hanya dirasakan siswa, tetapi juga kualitas guru semakin mumpuni.
Pemerataan Pembangunan Hingga Indonesia Timur
Pemilihan Kota Kupang sebagai lokasi revitalisasi bukan tanpa alasan. Farida menegaskan bahwa pemerataan pembangunan tidak boleh hanya terpusat di Jakarta atau Pulau Jawa.
“Kami ingin menunjukkan bahwa program ini juga hadir di Indonesia bagian Timur,” katanya.
Selain SD Inpres Naimata, rombongan wartawan juga mengunjungi SMA Negeri 8 Kota Kupang di Kecamatan Alak. Di sekolah tersebut, empat kelas turut direvitalisasi untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan di daerah itu.