JAKARTA — PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni menyiapkan fasilitas pengangkutan bantuan kemanusiaan tanpa biaya untuk korban gempa di NTT. Langkah ini ditempuh untuk mempercepat distribusi kebutuhan dasar masyarakat terdampak yang tersebar di sejumlah pulau.
Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut sekaligus Ketua Tim Posko Bantuan Pelni Untuk NTT, Hana Suhardi, menyatakan fasilitas ini merupakan bentuk kepedulian BUMN sektor pelayaran itu terhadap warga yang terdampak bencana.
"Fasilitas ini menjadi bentuk kepedulian Pelni untuk membantu mempercepat distribusi kebutuhan dasar bagi masyarakat di wilayah terdampak bencana," kata Hana dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu.
Jenis Bantuan yang Bisa Dikirim Gratis
Pelni menerima barang bantuan dari berbagai wilayah Indonesia untuk diangkut sesuai rute reguler kapal penumpangnya. Bantuan yang dapat dikirim mencakup kebutuhan utama masyarakat terdampak, seperti makanan, air minum dalam kemasan, tenda, terpal, selimut, perlengkapan tidur, penerangan, obat-obatan, hingga perlengkapan medis.
Selain itu, perusahaan juga membuka pengiriman untuk popok anak dan dewasa, pembalut, susu, serta makanan bayi. Hana menegaskan seluruh bantuan yang dikirim wajib merupakan barang kemanusiaan dan tidak diperuntukkan untuk tujuan komersial.
Rute dan Jadwal Pengiriman Awal
Pengiriman bantuan akan mengikuti trayek dan jadwal reguler kapal Pelni. Pengiriman awal dilakukan menggunakan KM Tidar yang dijadwalkan berangkat dari Surabaya pada Minggu (16/8) pukul 22.00 WIB. Selanjutnya, bantuan akan diangkut menggunakan kapal Pelni lain sesuai rute dan jadwal keberangkatan masing-masing.
"Kami membuka akses pengiriman bantuan secara gratis agar bantuan dapat disalurkan dengan lebih mudah. Kami siap memanfaatkan jaringan pelayaran Pelni untuk membantu mempercepat distribusi logistik kemanusiaan ke wilayah terdampak," tutur Hana.
Syarat Pengiriman Bantuan Kemanusiaan
Terdapat sejumlah ketentuan yang wajib dipenuhi pengirim. Biaya pengangkutan dibebaskan, namun pengiriman harus mengikuti trayek dan pelabuhan yang dilalui kapal Pelni dengan tujuan akhir sesuai rute kapal. Pengirim juga wajib melampirkan surat pengantar resmi dari lembaga, komunitas, atau instansi.
Daftar barang atau packing list yang memuat jenis dan jumlah bantuan juga wajib disertakan. Bantuan harus dikemas dengan baik dan rapat menggunakan kardus, karung, atau peti yang kuat. Barang yang mudah pecah wajib diberi penandaan khusus seperti "Fragile" atau keterangan penanganan lainnya.
Pelni mengajak lembaga, komunitas, atau instansi untuk bersama-sama membantu warga NTT. Informasi lebih lanjut terkait program bantuan dan jadwal kapal dapat diperoleh melalui kantor cabang Pelni terdekat, Contact Center Pelni di (021) 162, atau WhatsApp resmi di 0811-1621-162.