MAUMERE — Guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang melanda wilayah Flores pada Sabtu (15/8) masih menyisakan duka mendalam bagi warga Desa Iligai, Kabupaten Sikka. Hingga Selasa (18/8) sore, puluhan keluarga di dusun Hubing, Wolowukak, dan Baoletet belum berani kembali ke rumah mereka yang rusak dan memilih bertahan di posko-posko pengungsian mandiri.
Di tengah keterbatasan itu, bantuan mulai berdatangan. Relawan Kawan Gibran Kabupaten Sikka menyalurkan paket sembako untuk meringankan beban 99 kepala keluarga yang tercatat sebagai korban terdampak.
Kebutuhan Warga: Air Bersih dan Perbaikan Rumah
Perangkat Desa Iligai, Hendrikus Hen, mengungkapkan bahwa sejak hari pertama bencana, warga telah mendirikan posko pengungsian mandiri. Kondisi ini diperparah dengan rusaknya sejumlah rumah akibat guncangan.
"Selama ini mereka berada di posko pengungsian mandiri sejak 15 Agustus sampai sekarang," ujar Hendrikus saat menerima tim relawan di lokasi pengungsian.
Ia menambahkan, selain kebutuhan pangan, warga sangat membutuhkan pasokan air bersih. Penanganan terhadap rumah-rumah yang mengalami kerusakan juga menjadi prioritas agar warga bisa segera kembali ke tempat tinggalnya.
Apresiasi Pemerintah Desa untuk Para Relawan
Hendrikus menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian para relawan yang datang membantu warganya di masa sulit ini. Menurutnya, kehadiran bantuan logistik sangat berarti bagi mereka yang mengungsi.
"Atas nama Pemerintah Desa Iligai, kami mengucapkan terima kasih kepada relawan Kawan Gibran Kabupaten Sikka yang telah memberikan bantuan kepada warga masyarakat kami yang terdampak gempa bumi," katanya.
150 Paket Sembako Tambahan Disiapkan untuk Wilayah Lain
Koordinator Relawan Kawan Gibran Kabupaten Sikka, Mario WP Sina, menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan di Desa Iligai merupakan bagian dari dukungan ormas Kawan Gibran secara nasional. Kabupaten Sikka sendiri merupakan salah satu daerah yang mengalami kerusakan cukup parah akibat gempa Flores.
"Kehadiran relawan di desa yang terdampak bencana gempa ini adalah bentuk kepedulian dan perhatian kami kepada masyarakat Sikka yang terkena dampak gempa yang mengguncang Flores pada Sabtu lalu," ujar Mario.
Ia berharap paket sembako tersebut dapat meringankan beban warga yang mengalami keterbatasan kebutuhan dasar selama berada di pengungsian. "Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga terdampak gempa di Desa Iligai sekaligus menjadi bagian dari upaya mempercepat pemulihan kondisi warga," ungkapnya.
Mario menuturkan, timnya telah menyiapkan 150 paket sembako tambahan. Bantuan tersebut akan didistribusikan pada Rabu (19/8) ke sejumlah wilayah terdampak lainnya di Kabupaten Sikka, dengan prioritas warga yang mengungsi mandiri di posko-posko desa.
Trauma dan Keterbatasan di Balik Senyum Penyintas
Sisilia Sina (83), salah seorang warga terdampak di Desa Iligai, mengaku bantuan yang datang sangat berarti bagi dirinya dan warga lain yang masih menghadapi berbagai keterbatasan. Ia mengisahkan pengalaman traumatis saat gempa mengguncang.
"Pascagempa kami mengalami trauma, kami juga kekurangan air bersih. Kami bersyukur relawan Kawan Gibran datang membantu kami," tuturnya.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih bertahan di pengungsian sambil menunggu pendataan kerusakan rumah dan bantuan lebih lanjut dari pemerintah daerah maupun provinsi. Kondisi psikologis para penyintas, terutama anak-anak dan lansia, juga menjadi perhatian para relawan yang bertugas di lapangan.