SOE — Robi Alunat menyampaikan apresiasi kepada Ketua Kadin TTS terpilih beserta jajaran pengurus yang baru dilantik pada Jumat (21/8/2026). Ia berharap kepengurusan lima tahun ke depan tidak hanya berjalan administratif, tetapi mampu menjadi jembatan bagi pengusaha kecil dan menengah di daerah untuk memperluas jangkauan pasar.
Menurut Robi, posisi geografis Pulau Timor yang terbagi dalam dua negara, Indonesia dan Timor-Leste, merupakan keunikan yang jarang dimiliki daerah lain. Kondisi ini, lanjutnya, membuka akses langsung bagi produk-produk lokal TTS untuk menembus pasar internasional.
Peran Kadin Menjembatani Pengusaha Lokal ke Pasar Internasional
“Saya berharap pengurus periode sekarang lima tahun ke depan fokus untuk memberdayakan pengusaha daerah. Salah satu peluang yang harus diambil adalah perdagangan lintas batas dengan negara tetangga,” ujar Robi di Soe, Jumat (21/8/2026).
Ia menilai Kadin TTS memiliki peran vital untuk memfasilitasi dan mengakomodasi para pengusaha lokal agar mampu melihat peluang pasar di Timor-Leste. Tanpa pendampingan yang serius, potensi ekspor komoditas unggulan seperti hasil pertanian dan kerajinan lokal dikhawatirkan tidak tergarap optimal.
Potensi Ekonomi di Perbatasan yang Belum Dioptimalkan
Selama ini, aktivitas perdagangan di wilayah perbatasan NTT lebih banyak didominasi oleh pelaku usaha dari kabupaten lain. Padahal, TTS memiliki sejumlah komoditas yang berpeluang besar diterima pasar Timor-Leste.
Robi menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif antara pengurus Kadin baru dengan pemerintah daerah. Sinergi ini dibutuhkan untuk menyusun strategi pengembangan usaha yang berbasis pada potensi lokal, bukan sekadar mengikuti tren pasar.
Pelantikan pengurus Kadin TTS periode 2026–2031 ini menjadi momentum bagi dunia usaha di TTS untuk bangkit. Dengan kepemimpinan baru, para pengusaha lokal menaruh harapan agar kebijakan yang diambil mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di kabupaten berjuluk Negeri Sarotana itu.