Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan penyaluran bantuan untuk korban gempa di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, dilakukan secara bertahap. Hal ini disampaikan untuk meluruskan pemberitaan yang menyebut jumlah bantuan yang diserahkan penanggung jawab (PIC) BNPB di lapangan tidak sesuai dengan berita acara.
JAKARTA — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menegaskan bahwa tuduhan terkait ketidaksesuaian jumlah bantuan gempa di Manggarai Timur adalah tidak benar. Menurutnya, proses serah terima yang terjadi di lapangan hanyalah bagian dari pengiriman yang masih berlangsung.
"Adanya pemberitaan di masyarakat di mana PIC BNPB di Kabupaten Manggarai Timur melakukan serah terima jumlah bantuan tidak sesuai dengan berita acara adalah tidak benar. Jumlah bantuan yang pada saat insiden itu hanya sebagian dan masih dalam proses pengiriman yang dilakukan secara bertahap," kata Berton dalam konferensi pers yang dipantau di Jakarta, Sabtu.
Kendala Geografis dan Transportasi Jadi Penyebab Bantuan Bertahap
Berton menjelaskan, penyaluran bantuan tidak bisa dilakukan sekaligus karena tantangan geografis di wilayah Manggarai Timur. Keterbatasan moda transportasi menjadi faktor utama yang memperlambat distribusi logistik ke lokasi terdampak.
“Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap karena terdapat tantangan geografis dan keterbatasan moda transportasi,” ujarnya.
PIC BNPB Hanya Bertugas Mendampingi, Bukan Mengirim Barang
Lebih lanjut, Berton meluruskan peran petugas BNPB di lapangan. Ia menegaskan bahwa pengiriman bantuan merupakan tanggung jawab penuh posko Kabupaten Manggarai Timur, bukan PIC BNPB.
"PIC kami hadir di Kecamatan Lamba Leda Utara hanya untuk pendampingan dan pemantauan distribusi logistik hingga ke masyarakat terdampak, sedangkan pengiriman barang menjadi tanggung jawab posko Kabupaten Manggarai Timur," jelas dia.
Koordinasi dan Keselamatan Petugas Jadi Prioritas
Dalam kesempatan tersebut, BNPB mengimbau seluruh pihak terkait untuk menjaga koordinasi dalam penanganan warga terdampak bencana. Hal ini mencakup proses distribusi bantuan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang masih berlangsung.
BNPB juga mengingatkan seluruh personel dan relawan yang bertugas di lapangan agar memperhatikan kesehatan dan keselamatan selama menjalankan tugas. Imbauan ini dinilai penting mengingat kondisi medan yang menantang di wilayah tersebut.
Kolaborasi Akademisi dan Tenaga Medis Diapresiasi
Di tengah proses distribusi logistik, pemerintah mengapresiasi dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, termasuk akademisi dan tenaga medis yang turut memberikan pelayanan kesehatan kepada warga terdampak gempa.
"Kolaborasi ini menjadi wujud nyata gotong royong dalam memastikan kebutuhan kesehatan masyarakat terdampak bencana dapat terpenuhi," kata Berton.
Hingga saat ini, posko penanggulangan bencana di Kabupaten Manggarai Timur masih terus bekerja untuk memastikan seluruh kebutuhan warga terdampak dapat terpenuhi secara optimal.