MANGARRAI — Operasi patah tulang hingga penanganan luka robek mulai dilakukan di atas geladak KRI dr. Soeharso-990 yang bersandar di Pelabuhan Reo. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyebutkan, dari 21 pasien yang telah ditangani, tiga di antaranya masih menjalani rawat inap di kapal.
"Rinciannya meliputi tindakan operasi patah tulang, penanganan luka robek, pelayanan rawat jalan, serta tiga pasien yang menjalani rawat inap," kata Berton di Jakarta, Minggu.
Fasilitas Setara Rumah Sakit Darurat di Atas Kapal
Kapal sepanjang 122 meter ini bukan sekadar transportasi laut. Di dalamnya terdapat Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang intensif, ruang operasi, poliklinik, apotek, hingga laboratorium. Dua ruang perawatan masing-masing berkapasitas 20 tempat tidur disiapkan dan akan dipisah untuk pasien laki-laki dan perempuan.
Kehadiran geladak pendaratan helikopter menjadi nilai tambah. Evakuasi medis dari daerah terpencil di Manggarai yang jalur daratnya terputus bisa dilakukan lewat udara.
Tim Medis Gabungan Siaga 24 Jam, Layanan Gratis
Pengoperasian kapal rumah sakit ini melibatkan tenaga medis gabungan dari TNI AL dan Kementerian Kesehatan. Mereka bertugas memberikan pelayanan kesehatan umum, penanganan luka, tindakan operasi, hingga kasus kegawatdaruratan selama 24 jam penuh.
Seluruh layanan diberikan secara gratis dan diprioritaskan berdasarkan tingkat kegawatan medis pasien. Pemerintah berharap kehadiran Rumah Sakit Apung ini mempercepat pemulihan warga terdampak gempa yang fasilitas kesehatannya ikut rusak.
Target RSUD Kembali Beroperasi dalam Seminggu
Sebelum kapal ini tiba, Kementerian Kesehatan telah mengaktifkan sembilan Health Emergency Operation Center (HEOC) untuk memantau situasi dan memastikan kebutuhan kesehatan pascagempa segera ditindaklanjuti. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan langkah utama saat ini adalah memastikan seluruh rumah sakit di kabupaten/kota terdampak dapat kembali berfungsi.
Pemerintah menargetkan seluruh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang terdampak bisa memberikan layanan dasar lagi dalam kurun waktu seminggu. Fokus utama pemulihan diarahkan pada operasi trauma, layanan ibu dan anak, serta hemodialisis bagi pasien gagal ginjal.