Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirimkan bantuan logistik dan perangkat internet satelit Starlink ke Pulau Sukun, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu (14/12). Pengiriman tahap kedua ini menyasar sekitar 300 kepala keluarga yang terdampak gempa bumi magnitudo 7,7. Bantuan diangkut menggunakan helikopter Kementerian Perhubungan yang dipimpin langsung oleh Direktur Penanganan Darurat Wilayah III BNPB, Nelwan Harahap.
SIKKA — BNPB memastikan warga Pulau Sukun yang terdampak gempa berkekuatan magnitudo 7,7 tidak kekurangan kebutuhan pokok. Pada pengiriman tahap kedua ini, bantuan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan logistik serta memulihkan akses komunikasi yang sempat terputus total.
"Hari ini kedua kalinya kami datang untuk memastikan masyarakat tertangani dengan baik dan tidak berkekurangan," kata Nelwan dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.
Akses Komunikasi Warga Pulih Berkat Starlink
Salah satu masalah krusial yang dihadapi warga setelah gempa adalah hilangnya sinyal telekomunikasi. Sebelumnya, warga terpaksa berjalan menuju lokasi yang lebih tinggi hanya untuk mendapatkan sinyal dan memberi kabar kepada keluarga di luar pulau.
Untuk mengatasi hal tersebut, BNPB membawa perangkat internet berbasis satelit Starlink. Perangkat ini diharapkan dapat memperkuat kembali akses komunikasi masyarakat dengan dunia luar.
Paket Medis dan Obat-obatan Ikut Dikirim
Selain logistik dan perangkat komunikasi, rombongan BNPB juga membawa paket medis serta obat-obatan. Bantuan kesehatan ini termasuk titipan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka untuk mendukung layanan kesehatan bagi warga terdampak.
"Kami juga membawa titipan obat-obatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka untuk disampaikan di daerah terdampak ini," ujar Nelwan.
Bantuan Tahap Pertama Sudah Tiba Sejak Jumat
Pengiriman tahap kedua ini menyusul penyaluran bantuan sebelumnya yang dilakukan BNPB bersama pemerintah daerah menggunakan kapal cepat pada Jumat (12/12). Bantuan tahap pertama mencakup beras, sembako, minyak goreng, air mineral, selimut, telur, popok bayi, terpal, mi instan, sabun, pasta gigi, tikar, hingga suplemen kesehatan.
Warga Diminta Tetap Waspada Gempa Susulan
BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan. Meski demikian, berdasarkan informasi BMKG, kekuatan gempa susulan cenderung lebih kecil dari gempa utama sehingga tidak membahayakan.
"Memang masih ada gempa susulan, tetapi menurut BMKG gempa susulan ini memiliki kecenderungan lebih kecil dari gempa utama sehingga tidak membahayakan. Masyarakat kami minta tetap tenang namun juga waspada," kata dia.
Kegiatan Belajar Mengajar Kembali Digalakkan
Di sektor pendidikan, BNPB mendorong agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara bertahap. Proses pembelajaran sementara waktu bisa dilakukan di lokasi yang aman, seperti tenda darurat atau ruang terbuka di halaman sekolah.
Langkah ini ditempuh setelah pemerintah daerah dan pihak sekolah memastikan kondisi bangunan serta lingkungan sekolah benar-benar aman dari bahaya.
"Aktivitas pendidikan kami harapkan dapat terus berjalan meski dalam kondisi tanggap darurat sehingga nanti anak-anak tidak kehilangan momentum kesempatan untuk belajar," demikian Nelwan.