Pencarian

Gempa M 7,7 Flores Picu Retakan 100 Meter di Bibir Kawah I Gunung Kelimutu, Badan Geologi Imbau Waspada Longsor

Senin, 24 Agustus 2026 • 18:54:01 WIB
Gempa M 7,7 Flores Picu Retakan 100 Meter di Bibir Kawah I Gunung Kelimutu, Badan Geologi Imbau Waspada Longsor
Retakan tanah sepanjang 100 meter terpantau di bibir Kawah I Gunung Kelimutu pascagempa M 7,7 Flores.

ENDE — Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta pengelola kawasan Taman Nasional Kelimutu segera memasang garis pembatas dan papan peringatan di sekitar Kawah I dan Kawah II. Imbauan ini menyusul temuan retakan tanah sepanjang 100 meter di bibir Kawah I yang berpotensi memicu longsoran ke arah danau kawah.

Retakan tersebut terdeteksi melalui pengamatan lapangan dan survei menggunakan wahana udara nirkabel atau drone untuk memantau perubahan morfologi kawah pascagempa bumi 7,7 magnitudo di Flores.

Retakan Hanya Enam Meter dari Bibir Kawah

Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan retakan di Kawah I berada pada jarak sekitar enam meter dari bibir kawah dengan arah timur laut searah kemiringan lereng. Kondisi ini dinilai perlu mendapat perhatian serius karena dapat meluas sewaktu-waktu.

"Kondisi retakan tersebut perlu mendapat perhatian karena terdapat potensi perkembangan retakan yang dapat memicu longsoran ke arah Kawah I, terutama apabila terjadi gempa susulan atau hujan dengan intensitas tinggi," kata Lana dalam keterangannya di Jakarta, Senin (24/8/2026).

Longsoran Terdeteksi di Kawah II

Selain retakan di Kawah I, tim survei juga mendeteksi adanya longsoran material endapan lama ke arah dalam Kawah II (Tiwu Koofai Nuwamuri). Peristiwa ini sempat memicu suara gemuruh yang cukup keras terdengar dari puncak gunung.

Atas temuan tersebut, Badan Geologi mengimbau masyarakat dan pengunjung untuk tidak beraktivitas di sekitar area retakan Kawah I, khususnya pada radius 6-10 meter dari bibir kawah. Larangan serupa juga diberlakukan di area sekitar Kawah II yang berpotensi terjadi longsoran susulan.

Koordinasi dengan PVMBG dan Pemda

Badan Geologi meminta pemerintah daerah dan pengelola kawasan untuk terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Kelimutu di Kabupaten Ende serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung, Jawa Barat.

"Perlu dibuat tanda peringatan atau larangan khusus potensi bahaya longsoran di sekitar Kawah I Tiwu Ata Polo dan kawah II Tiwu Koofai Nuwamuri," tegas Lana.

Meskipun terjadi perubahan morfologi yang signifikan, Lana memastikan status aktivitas vulkanik Gunung Kelimutu saat ini masih berada pada Level I (Normal). Masyarakat diminta tetap tenang namun waspada terhadap potensi bahaya geologi yang dipicu gempa susulan. Gunung Kelimutu merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di NTT yang terkenal dengan tiga danau kawahnya yang memiliki warna berbeda-beda. Kejadian ini menjadi pengingat bagi para wisatawan untuk selalu mematuhi arahan petugas dan tidak mendekati area yang telah diberi tanda bahaya.

Follow kabarbajo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: lenteratoday.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks