NAGEKEO — Di tengah tenda-tenda pengungsian yang masih dipenuhi penyintas gempa, keluhan kesehatan datang silih berganti. Demam, batuk, dan pilek mendominasi keluhan warga yang berhari-hari bertahan dalam kondisi serba terbatas. Ruang tinggal yang sempit dan aktivitas yang berubah membuat pemeriksaan kesehatan menjadi kebutuhan mendesak.
Ketua DPD Partai Golkar Nagekeo, Petrus Berchmans Robby Tulus, mengomandoi langsung jalannya bakti sosial yang dihadiri seluruh pengurus dan kader partai tersebut.
Menyasar Pengungsian Mandiri di Rumah Keluarga
Layanan kesehatan gratis ini tidak hanya menyasar warga yang tinggal di tenda-tenda pengungsian. Penyintas yang memilih mengungsi secara mandiri di rumah keluarga maupun tempat lainnya juga menjadi sasaran utama kegiatan.
Akses layanan kesehatan yang tidak selalu mudah di masa pemulihan pascagempa menjadikan kegiatan ini penting bagi warga terdampak. Pemeriksaan yang dilakukan diharapkan dapat menjaring keluhan kesehatan yang mungkin tidak tertangani selama ini.
Target Penuh: Seluruh Kecamatan Terdampak di Nagekeo
Kecamatan Nangaroro menjadi titik awal pelaksanaan kegiatan. Rencananya, pengobatan gratis ini akan diperluas secara bertahap hingga menjangkau seluruh kecamatan terdampak gempa di Kabupaten Nagekeo.
Inisiatif ini lahir dari keprihatinan terhadap kondisi warga yang masih bertahan di pengungsian. Keluhan kesehatan yang datang silih berganti menunjukkan kebutuhan layanan medis yang berkelanjutan pascabencana.
Partai Golkar Nagekeo berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut hingga kondisi warga terdampak pulih sepenuhnya. Kader partai yang turun langsung ke lapangan menjadi garda terdepan dalam memastikan layanan ini diterima warga yang membutuhkan.