Pencarian

179.037 Jiwa Masih Mengungsi Pascagempa NTT, BNPB Catat 6.094 Orang Mulai Pulang ke Rumah

Kamis, 27 Agustus 2026 • 00:18:32 WIB
179.037 Jiwa Masih Mengungsi Pascagempa NTT, BNPB Catat 6.094 Orang Mulai Pulang ke Rumah
BNPB mencatat 179.037 jiwa masih mengungsi pascagempa NTT, sementara 6.094 orang mulai kembali ke rumah.

Sebanyak 6.094 pengungsi gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai kembali ke rumah masing-masing, sehingga total warga yang masih bertahan di tempat pengungsian kini tercatat 179.037 jiwa. Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, memastikan kepulangan tersebut dilakukan atas kemauan sendiri setelah warga memastikan rumahnya layak huni.

JAKARTA — Arus kepulangan pengungsi gempa di NTT mulai berjalan meski jumlahnya masih lebih kecil dibanding total warga yang bertahan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat penurunan 6.094 jiwa dari data pengungsi sebelumnya, tetapi angka keseluruhan masih menyentuh 179.037 orang hingga Rabu (27/8).

Berton menjelaskan bahwa mereka yang memilih pulang telah memastikan kondisi rumahnya aman. BNPB tidak memaksa warga untuk tetap di pengungsian maupun kembali ke rumah.

"Tercatat sebenarnya lebih 6.094 yang pulang. Jadi ada yang pulang, ada yang datang. Tapi berkurang jadinya menjadi 6.094 jiwa. Nah, ini pulang sebenarnya ke rumah dengan kesediaan mereka masing-masing. Mereka tidak dipaksa," ujarnya di Jakarta, Rabu.

Logistik Tetap Disalurkan Meski Warga Mulai Pulang

Keputusan warga untuk kembali ke rumah tidak serta-merta menghentikan bantuan. BNPB memastikan para pengungsi yang pulang tetap mendapat perlengkapan dan makanan, setara dengan fasilitas yang mereka terima di lokasi pengungsian.

"Nah tentu BNPB tidak memulangkan begitu saja. BNPB juga memberikan perlengkapan atau makanan sehingga pada saat pulang ke rumah mereka dapat menikmati, tetap menikmati apa yang mereka nikmati di tempat pengungsi," kata Berton.

Hingga 26 Agustus, pos pendukung logistik nasional di Bandara Halim Perdanakusuma telah menerima 127 ton bantuan dan menyalurkan 121 ton ke warga NTT. Total akumulasi logistik yang dikirim mencapai 1.682 ton, dengan rincian Labuan Bajo menerima 1.112 ton dan Maumere 570 ton.

Rumah Rusak Berat Bakal Diganti, Ringan Dapat Bantuan Rp 15 Juta

Pendataan kerusakan rumah kini menjadi prioritas BNPB. Data tersebut akan menjadi dasar bagi kepala daerah untuk menentukan langkah tindak lanjut, termasuk skema pemulihan hunian warga.

Perlakuan berbeda akan diberikan sesuai tingkat kerusakan. Rumah dengan kategori rusak berat direncanakan diganti, baik di lokasi yang sama maupun lokasi baru, menunggu keputusan pemerintah daerah.

"Atas kategori tersebut, tentu kami dari BNPB juga akan melakukan treatment yang berbeda. Kalau rusak berat biasanya akan dilakukan dengan penggantian rumah, apakah di lokasi atau di lokasi yang berbeda, kami belum dapat informasi, nanti pemerintah daerah tentu akan menyampaikan," jelasnya.

Untuk kerusakan ringan, warga akan menerima biaya perbaikan sebesar Rp 15 juta. Sementara itu, kerusakan sedang mendapatkan alokasi dana Rp 30 juta.

Gempa Susulan Diprediksi Berlangsung hingga 3-4 Minggu

Aktivitas seismik di NTT masih jauh dari usai. BNPB mencatat telah terjadi 7.492 kali gempa susulan sejak gempa utama, dengan magnitudo terbesar M6,2 dan terkecil 1. Sebanyak 143 di antaranya terasa oleh warga.

Berton berharap kekuatan gempa susulan terus melemah dan tidak lagi memicu kepanikan. Ia memperkirakan rangkaian getaran ini akan berlangsung hingga 3-4 minggu sejak gempa pertama.

"Semoga nanti gempa-gempa susulan ini semakin kecil, semakin tidak dirasakan, dan warga juga sudah akan mulai merasakan lebih tenang dan tidak menimbulkan kepanikan lagi," tutupnya.

Follow kabarbajo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kupang.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks