Pencarian

IHSG Menguat 0,21 Persen ke Level 6.535 di Awal Perdagangan Jumat, Analis Prediksi Sideways di Rentang 6.450-6.580

Jumat, 28 Agustus 2026 • 10:02:31 WIB
IHSG Menguat 0,21 Persen ke Level 6.535 di Awal Perdagangan Jumat, Analis Prediksi Sideways di Rentang 6.450-6.580
IHSG dibuka menguat 0,21 persen ke level 6.535,72 pada awal perdagangan Jumat (28/8/2026).

JAKARTA — Pasar modal Indonesia kembali mencatatkan penguatan di awal sesi perdagangan Jumat (28/8/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,21 persen ke posisi 6.535,72, melanjutkan reli hari sebelumnya yang melesat 1,81 persen.

Penguatan ini terjadi di tengah membaiknya sentimen investor terhadap kondisi politik dan keamanan nasional. Tim Analis Phintraco Sekuritas menyebut pasar yang sebelumnya tertekan akibat antisipasi gejolak keamanan kini mulai menunjukkan kepercayaan diri.

Mengapa IHSG Mulai Bangkit Setelah Tertekan?

"Menurunnya risiko politik dan keamanan dalam negeri direspon positif oleh para pelaku pasar," kata Tim Phintraco dalam riset hariannya, Jumat (28/8/2026).

Beberapa hari terakhir, laju indeks tertahan karena investor wait and see. Kini, dua kabar besar menjadi katalis utama pergerakan pasar.

Kepastian Regulasi dan Kursi Baru Gubernur BI

Dari sisi legislatif, DPR menargetkan pengesahan RUU Perampasan Aset menjadi undang-undang paling lambat 15 Desember 2026. Kepastian regulasi ini dinilai mampu memperkuat fondasi hukum pemberantasan korupsi yang berdampak pada iklim investasi.

Di sektor moneter, Komisi XI DPR RI telah menyetujui Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih periode 2026-2031. Persetujuan ini mengakhiri masa kepemimpinan Perry Warjiyo yang mengundurkan diri.

"Melalui persetujuan itu, secara definitif Destry Damayanti menggantikan Perry Warjiyo yang mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI," ujar Tim Phintraco.

Kepastian kursi pucuk pimpinan bank sentral diharapkan mengurangi ketidakpastian kebijakan moneter ke depan. Stabilitas ini menjadi modal penting menjaga kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.

Danantara Gelontorkan USD 1 Miliar ke Partners Group

Kabar positif juga datang dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Lembaga tersebut mengalokasikan dana sebesar USD 1 miliar kepada perusahaan manajemen aset asal Swiss, Partners Group, untuk ekspansi di sektor private credit.

Dari total dana tersebut, USD 600 juta ditempatkan untuk investasi pada peluang direct lending atau pinjaman langsung. Sementara USD 400 juta sisanya dialokasikan sebagai discretionary tranche.

Discretionary tranche merupakan porsi pengelolaan dana yang sepenuhnya diserahkan secara diskresioner kepada manajer investasi. Dalam hal ini, Partners Group akan menggunakan dana tersebut untuk kebutuhan co-investment.

Langkah strategis ini menandai ekspansi besar-besaran Danantara di pasar global, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam arus investasi internasional.

Dengan kombinasi sentimen positif dari dalam negeri dan aksi korporasi besar, pelaku pasar kini mencermati pergerakan IHSG untuk menentukan langkah selanjutnya di sisa sesi perdagangan.

Follow kabarbajo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks