RUTENG — Sebanyak 758 dokumen kependudukan telah dicetak ulang bagi warga terdampak gempa di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, selama tiga hari pelayanan. Ditjen Dukcapil Kemendagri bersama Dinas Dukcapil setempat menerjunkan personel dan peralatan tambahan untuk menjangkau warga hingga ke pelosok.
Pada hari ketiga, layanan dipusatkan di Desa Longko, Kecamatan Waeri'i. Dalam tujuh jam, petugas menerbitkan 188 dokumen yang terdiri dari Kartu Keluarga, KTP elektronik, akta kelahiran, hingga akta perkawinan.
Rincian Dokumen yang Diterbitkan di Desa Longko
Dari total 188 dokumen tersebut, rinciannya adalah 59 Kartu Keluarga dan 59 keping KTP elektronik. Petugas juga melakukan perekaman 23 KTP elektronik baru bagi warga yang belum memilikinya.
Selain itu, diterbitkan 35 kutipan akta kelahiran, delapan akta perkawinan, dan dua Surat Keterangan Pindah WNI. Layanan juga mencakup penerbitan satu akta kematian dan satu penggantian foto KTP elektronik.
Prosedur Dipangkas: Dokumen Langsung Jadi di Tempat
Direktur Integrasi Data Kependudukan Nasional Ditjen Dukcapil, Handayani Ningrum, menegaskan warga tidak perlu melalui prosedur berbelit. Dokumen pengganti langsung diterbitkan di lokasi untuk mempercepat pemulihan administrasi pascabencana.
"Kami memastikan setiap warga terdampak bencana yang dokumennya rusak atau hilang bisa mendapatkan gantinya. Saat itu, hari itu juga tanpa kerumitan prosedur," ujar Handayani dalam keterangan yang diterima RRI, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Dukungan Pusat Percepat Jangkauan ke Wilayah Pedalaman
Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Manggarai, Yakobus Baggut, mengapresiasi tambahan peralatan layanan dan personel dari pemerintah pusat. Menurutnya, dukungan ini memberi energi baru bagi jajaran daerah untuk menyisir warga hingga ke pedalaman.
"Bantuan peralatan layanan tambahan serta kehadiran personel pusat memberi kami energi baru. Kami akan semakin giat dan tak kenal lelah menyisir warga hingga ke pedalaman," katanya.
Dokumen kependudukan menjadi syarat penting bagi warga untuk mengakses berbagai layanan dan bantuan pemerintah selama masa pemulihan pascabencana. Ditjen Dukcapil memastikan layanan jemput bola akan terus diarahkan kepada warga yang membutuhkan dokumen pengganti di wilayah terdampak gempa NTT.