Pencarian

Deretan Pro dan Kontra Pemkab Flotim Belanja Eksavator Rp 5 Miliar Pakai Dana Bantuan Presiden

Kamis, 03 September 2026 • 21:07:01 WIB
Deretan Pro dan Kontra Pemkab Flotim Belanja Eksavator Rp 5 Miliar Pakai Dana Bantuan Presiden
Warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki menyampaikan dukungan terhadap rencana Pemkab Flores Timur membeli dua unit eksavator senilai Rp 5 miliar.

LARANTUKA — Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Flores Timur mengadakan dua unit eksavator senilai Rp 5 miliar menuai respons beragam dari warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. Sebagian mendukung langkah Bupati Antonius Doni Dihen dan Wakil Bupati Ignasius Boli Uran, sebagian lagi menilai kebijakan itu keliru di tengah kondisi jalan yang kian memprihatinkan.

Dana pembelian alat berat itu berasal dari bantuan Presiden Prabowo Subianto senilai total Rp 20 miliar yang telah diterima daerah. Bupati Flotim Anton Doni Dihen menegaskan seluruh penggunaan anggaran masih menunggu verifikasi dan persetujuan pemerintah pusat.

Dua Eksavator untuk Buka Jalan yang Terisolasi

Anton Doni Dihen merinci Rp 20 miliar tersebut bakal dipakai untuk kebutuhan dasar Rp 6,3 miliar, pelayanan kesehatan dan pendidikan Rp 827 juta, sarana dan prasarana Rp 6,7 miliar, serta bansos tak terencana Rp 6,039 miliar.

Khusus alokasi sarana, dua eksavator direncanakan untuk membuka jalur terisolasi dampak erupsi serta menyiapkan akses evakuasi bagi ribuan warga di sejumlah desa saat terjadi erupsi eksplosif susulan.

Warga Terdampak Mendukung: Jalan Putus di Empat Titik

Yohanes Nandri Bean (30), pengungsi Gunung Lewotobi Laki-laki, menyebut kondisi jalan kian parah setiap kali hujan turun. Ia mencatat ada empat hingga lima titik banjir yang memutus akses, menghambat aktivitas ekonomi warga di Ile Bura dan Wulanggitang.

"Kondisinya parah sekali saat hujan. Ada empat bahkan lima titik banjir yang bikin jalan putus. Ini masalah besar dan menjadi hambatan serius. Alat berat harus standby di sana supaya ada apa-apa langsung bergerak," katanya.

Kepala Desa Hewa, Maria Hereng Geka Niron, menambahkan jalur di Kali Waiuring yang menghubungkan lima desa menuju pusat Kecamatan Boru masih tertimbun material selama hampir dua tahun. Saat banjir datang, akses menuju fasilitas kesehatan hingga rantai distribusi logistik lumpuh total.

"Saat banjir datang, akses kami ke fasilitas kesehatan, rantai ekonomi, hingga transportasi jadi lumpuh total. Jadi kami mendukung dengan keputusan daerah mengadakan alat berat untuk disiagakan di lokasi banjir," tuturnya.

Kepala Desa Nurabelen: Sewa Pihak Ketiga Lebih Tepat

Pandangan berbeda disampaikan Kepala Desa Nurabelen di Kecamatan Ile Bura, Lambertus Bura Puka. Ia menilai proses pengadaan alat berat baru tidak tepat karena kondisi jalan di wilayahnya kini tertimbun material setebal satu meter.

"Dengan kondisi jalan yang seperti sekarang ini, belanja alat berat tidak tepat. Sebaiknya anggaran itu untuk pembersihan. Kondisi jalan dari Nobo terus ke Nurabelen ke sana sudah sangat memprihatinkan," ujarnya.

Lambertus lebih mengusulkan Pemkab menyewa alat berat dari pihak swasta seperti yang selama ini dilakukan dalam penanganan darurat banjir lahar. Kekhawatiran utama warga adalah terulangnya nasib alat berat lama yang kini rusak dan menjadi aset terbengkalai.

Apa yang Dipertaruhkan di Ile Bura dan Wulanggitang?

Persoalan ini menyangkut hajat hidup ribuan jiwa yang tersebar di Desa Nurabelen, Riangrita, Lewotobi, Riang Baring, Lewoawan, Pantai Oa, Waiula, Hewa, dan Ojan Detun. Ketika akses terputus, warga tak memiliki jalur evakuasi yang memadai saat erupsi eksplosif terjadi.

Di sisi lain, harga kebutuhan pokok melonjak drastis karena aliran distribusi terganggu. Material vulkanik yang menumpuk dan berdebu di sepanjang jalan juga mengancam kesehatan pernapasan warga yang masih beraktivitas di sekitar lokasi terdampak.

Follow kabarbajo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekorantt.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks