SIKKA — RD. Moses Kuremas mengingatkan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada pengelola Kopdit Pintu Air bukan sekadar tugas administratif, melainkan panggilan untuk menghadirkan kebenaran dalam kehidupan sehari-hari. Pesan ini disampaikan di hadapan umat yang hadir dalam ibadah perdana di bulan September tersebut.
“Kita diberikan kepercayaan untuk menjaga, menghidupi dan menghadirkan kebenaran dalam kehidupan kita sehari hari,” kata Romo Moses dalam kotbahnya.
Anggota Baru Membutuhkan Pelayanan yang Diperbarui
Romo Moses menekankan bahwa pembaruan hidup menjadi syarat mutlak bagi pengelola koperasi. Menurut dia, kehadiran Yesus dalam hidup manusia tidak sekadar menambah aturan baru, tetapi mengubah cara pandang terhadap sesama.
“Yesus datang untuk memperbaharui hati, cara berpikir, cara bertindak dan cara manusia memandang sesama,” ujarnya.
Ia mengibaratkan rahmat Tuhan seperti anggur baru yang membutuhkan kantung baru. Tanpa hati yang terbuka, pelayanan kepada anggota akan berjalan stagnan dan tidak menyentuh kebutuhan riil masyarakat.
Jemaat Diingatkan soal Kebencian dan Kebiasaan Lama
Dalam kotbahnya, Romo Moses menyoroti kecenderungan manusia yang ingin berubah tetapi masih mempertahankan pola hidup lama. “Kita ingin menjadi manusia baru tetapi masih memelihara kebencian,” tegasnya.
Manusia ingin hidup dalam kasih, tetapi masih mudah menghakimi orang lain. Manusia ingin dekat dengan Tuhan, tetapi enggan meninggalkan kebiasaan buruk yang sudah mengakar.
“Bila anggur baru membutuhkan kantung yang baru demikian juga rahmat Tuhan membutuhkan hati yang terbuka,” kata Romo Moses.
Perubahan Sejati Dimulai dari Diri Sendiri
Menjadi murid Kristus, lanjut Romo Moses, berarti berani berkata kepada Tuhan “ubalah aku.” Perubahan sejati tidak dimulai dari orang lain, melainkan dari diri sendiri. Pesan ini relevan dengan tugas pengelola koperasi yang setiap hari berhadapan dengan beragam karakter anggota.
Ketua Pengurus Ingatkan Waspada Gempa Susulan di Flores
Ketua Pengurus Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano menyampaikan imbauan berbeda kepada pengelola yang tersebar di Pulau Flores. Ia meminta seluruh pengurus dan karyawan tidak perlu takut menghadapi gempa susulan yang masih terjadi di wilayah tersebut.
Jano berharap pelayanan kepada anggota tetap berjalan normal, tetapi tetap diimbangi kewaspadaan. “Tetap bekerja dengan baik melayani anggota, namun tetap waspada,” pesannya.
September sebagai Bulan Kitab Suci Nasional
Dalam kesempatan yang sama, Yakobus Jano mengajak pengelola memanfaatkan September sebagai Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) dalam kalender liturgi Katolik. Ia mendorong seluruh pengurus menyediakan waktu rutin untuk membaca dan merenungkan Kitab Suci di tengah kesibukan melayani.
“Kitab Suci adalah nafas iman kita. Kalau kita tidak membaca dan merenungkan Sabda Tuhan itu iman kita menjadi kering,” pungkas Jano.