KUPANG — Pengukuhan kepengurusan baru PERKEMI NTT dilakukan oleh Ketua Umum PB PERKEMI, Laksamana Madya TNI (Purn) Prof. Dr. Agus Setiadji. Julie Sutrisno Laiskodat memimpin organisasi cabang bela diri itu untuk periode empat tahun ke depan.
Di balik pelantikan tersebut, NTT menyimpan basis atlet yang besar. Sekitar 23.000 kenshi tersebar di berbagai kabupaten dan kota, tercatat dalam Sistem Informasi Manajemen PERKEMI.
Modal dari PON XXI: 7 Emas dan Kontribusi Kempo
Gubernur Melki menempatkan capaian PON XXI 2024 di Aceh dan Sumatera Utara sebagai pijakan. Saat itu NTT mengoleksi tujuh medali emas, 13 perak, dan 16 perunggu, dengan total 36 medali.
Kempo termasuk cabang yang menyumbang medali dalam perolehan tersebut. Karena itu, Gubernur yang juga menjabat Ketua KONI NTT itu memasang target lebih tinggi untuk edisi berikutnya.
"Pada PON XXI 2024, NTT meraih tujuh medali emas, 13 perak, dan 16 perunggu. Kempo menjadi salah satu cabang olahraga yang berkontribusi besar. Saya menargetkan Shorinji Kempo menjadi salah satu penyumbang medali emas terbanyak bagi NTT pada PON 2028," ujar Gubernur Melki.
23.000 Kenshi Dinilai Belum Cukup Tanpa Sistem Pembinaan
Jumlah besar atlet tidak otomatis berbuah medali. Gubernur Melki menekankan perlunya pengelolaan organisasi yang rapi, peningkatan kualitas pelatih, dan kompetisi rutin di tingkat kabupaten/kota.
Menurutnya, prestasi olahraga tidak bisa dibangun mendadak menjelang PON. Ada proses panjang mulai dari penemuan bibit atlet, pengembangan teknik, penguatan mental bertanding, hingga persiapan menghadapi persaingan nasional dan internasional.
Ia juga mengingatkan bahwa status tuan rumah PON 2028 tidak boleh diukur hanya dari kelancaran pertandingan. Ada lima sasaran yang harus berjalan beriringan: sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, serta keberhasilan mendorong pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan administrasi penyelenggaraan.
"Saya percaya di bawah kepemimpinan Ibu Julie dan seluruh pengurus, pembinaan serta kompetisi Kempo akan semakin terarah. Saya juga mendukung rencana penyelenggaraan kejuaraan internasional Kempo di NTT," kata Gubernur Melki.
Dua Agenda Menanti: World Taikai Nagoya 2027 dan PON 2028
Ketua Umum Pengprov PERKEMI NTT Julie Sutrisno Laiskodat mengarahkan kepengurusan 2026–2030 pada penguatan organisasi, peningkatan kualitas pembinaan, dan kesinambungan prestasi atlet.
Dua agenda besar sudah menanti. Pertama, Kejuaraan Dunia Shorinji Kempo atau World Taikai di Nagoya, Jepang, pada 2027. Kedua, PON 2028 yang digelar di NTT dan NTB.
Julie menilai kedua agenda itu menuntut persiapan matang, mulai dari konsolidasi organisasi, peningkatan kualitas atlet dan pelatih, hingga penguatan kompetisi di tingkat kabupaten/kota.
Komisi Ekonomi dan Kesejahteraan untuk Masa Depan Atlet
Kepengurusan baru menyiapkan terobosan di luar urusan teknis pertandingan. Julie menghadirkan komisi ekonomi dan kesejahteraan untuk memperkuat kemandirian organisasi.
Komisi itu juga diarahkan memberi perhatian pada masa depan atlet, termasuk setelah mereka menyelesaikan karier olahraga maupun pendidikan.
Bagi Julie, Kempo bukan sekadar bela diri berorientasi kemenangan dan medali. Cabang ini dipandang sebagai wadah pembentukan karakter, kedisiplinan, persaudaraan, serta pengembangan sumber daya manusia, terutama generasi muda.
Dengan basis sekitar 23.000 kenshi, NTT disebut memiliki potensi yang perlu dikelola serius agar melahirkan atlet berprestasi. Konsolidasi organisasi menjadi langkah pertama sebelum pembinaan bergulir menuju Nagoya 2027 dan PON 2028.