Festival Wolobobo 2026 Digelar di Bajawa 22-24 Oktober, Wabup Ngada Minta Warga Bukan Sekadar Penonton

Penulis: Jauhari Lubis  •  Sabtu, 24 Oktober 2026 | 16:15:31 WIB
Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu menyampaikan sambutan pada Festival Wolobobo 2026 di Art Center Kota Bajawa, Jumat (23/10/2026).

BAJAWA — Festival Wolobobo tahun ini dikemas berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya. Pemerintah Kabupaten Ngada menggandeng Camino Flores, program wisata jalan kaki di Pulau Flores yang memadukan wisata spiritual, budaya, alam, dan misi sosial dari Kementerian Pariwisata RI.

Kegiatan berlangsung di Art Center Kota Bajawa sejak 22 hingga 24 Oktober 2026. Peserta Camino Flores datang dari sejumlah wilayah di Indonesia.

Wabup: Masyarakat Harus Jadi Pelaku, Bukan Penonton

Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu menegaskan festival tidak boleh menempatkan warga sebagai penonton. Menurut dia, keindahan alam dan budaya Ngada harus dikelola untuk kesejahteraan masyarakat.

"Festival Wololobo tidak boleh menempatkan masyarakat sebagai penonton," kata Bernadinus kepada awak media di Bajawa, Jumat (23/10/2026).

Bernadinus menyebut Festival Wolobobo sebagai ruang memperkuat identitas daerah sekaligus memperluas pengenalan potensi Ngada. Ia berharap kolaborasi dengan Camino Flores membawa potensi dan keindahan alam Ngada dikenal hingga mancanegara.

Tema "Harmoni Alam, Budaya dan Kreativas Ngada"

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ngada Ivan Botha menyebut Festival Wolobobo 2026 mengusung tema "Harmoni Alam, Budaya dan Kreativas Ngada dalam Mendukung Ekonomi Lokal". Festival tahunan ini bertujuan mempromosikan pariwisata dan produk pelaku UMKM.

"Kita berharap dengan berkolaborasi dengan kegiatan Camino Flores, pariwisata kita dan produk UMKM kita semakin dikenal," ujar Ivan.

Produk UMKM yang dipamerkan antara lain kopi Arabika Flores Bajawa, tenun, dan produk berbahan bambu. Ivan menilai publikasi media menjadi kanal penting agar produk lokal dan keindahan alam Ngada semakin dikenal dalam negeri maupun mancanegara.

Digelar Sederhana Pascagempa Flores

Ivan mengaku kegiatan kali ini dikemas lebih sederhana karena digelar pascabencana gempa yang melanda Pulau Flores pertengahan Agustus lalu. Beberapa kegiatan ditiadakan, namun esensi festival dipertahankan.

"Walaupun beberapa kegiatan kita tiadakan, tapi tidak mengurangi esensi dari kegiatan ini," jelasnya.

Festival Wolobobo menjadi wahana menunjukkan keindahan alam Ngada sekaligus ajang promosi produk UMKM daerah. Pemerintah Kabupaten Ngada berharap kolaborasi dengan Camino Flores berlanjut dan memperluas jangkauan pasar produk lokal.

Reporter: Jauhari Lubis
Sumber: ekorantt.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top