NUSA TENGGARA TIMUR — PT Pertamina Patra Niaga memutuskan tidak menyesuaikan harga BBM nonsubsidi untuk periode Oktober 2026, sehingga harga Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Dexlite, dan Pertamina Dex masih sama seperti periode sebelumnya. Keputusan penahanan harga diambil dengan mempertimbangkan berbagai faktor dan kondisi masyarakat. Kebijakan ini berlaku di seluruh SPBU Pertamina, termasuk wilayah dengan pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) 5 persen seperti DKI Jakarta dan sekitarnya.
Paragraf pembuka: VP Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menyatakan penyesuaian harga BBM nonsubsidi belum dilakukan karena perusahaan mempertimbangkan berbagai faktor dan kondisi masyarakat. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan resmi pada Kamis (1/10/2026), merespons perkembangan harga minyak dan permintaan pasar.
Dengan keputusan tersebut, harga yang berlaku saat ini mengacu pada penetapan per 2 September 2026. Sejumlah produk nonsubsidi tercatat mengalami kenaikan pada periode itu, sementara Pertalite dan Pertamax tetap menjadi acuan utama konsumen di SPBU.
Rincian Harga BBM Nonsubsidi per Liter
Untuk wilayah dengan PBBKB 5 persen, termasuk DKI Jakarta dan sekitarnya, Pertamax Turbo dibanderol Rp19.600 per liter, naik dari sebelumnya Rp18.300. Pertamax Green 95 dijual Rp19.150 per liter dari sebelumnya Rp16.600.
Di segmen diesel, Dexlite meningkat menjadi Rp23.700 per liter dari sebelumnya Rp19.700. Pertamina Dex melesat menjadi Rp25.200 per liter dari sebelumnya Rp21.150. Angka-angka ini menjadi patokan harga di SPBU Pertamina pada periode berjalan.
Alasan Pertamina Menahan Harga
Kitty menegaskan penyesuaian harga tidak dilakukan sembarangan. Perusahaan memantau pergerakan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, dan daya beli masyarakat sebelum mengambil keputusan.
"Adapun untuk BBM nonsubsidi, dengan mempertimbangkan berbagai faktor dan kondisi masyarakat maka sampai saat ini masih diterapkan harga yang sama dengan periode sebelumnya," ujar Kitty dalam keterangan resmi.
Pernyataan itu sekaligus menepis spekulasi soal kenaikan harga baru di bulan Oktober. Pertamina memilih stabilitas harga di tengah tekanan biaya operasional dan fluktuasi pasar global.
Dampak ke Konsumen dan Pengguna Kendaraan
Penahanan harga memberi ruang bagi pengguna kendaraan pribadi dan pelaku usaha transportasi untuk mengatur biaya operasional. Pengguna Pertamax Turbo dan Pertamax Green 95, misalnya, tidak perlu menyesuaikan anggaran bahan bakar bulan ini.
Bagi pengusaha angkutan barang dan penumpang yang memakai Dexlite atau Pertamina Dex, harga yang stabil membantu menjaga struktur biaya logistik. Meski demikian, kelancaran pasokan di SPBU tetap menjadi perhatian, terutama di daerah yang sempat mengalami antrean panjang.
Pertamina menegaskan komitmen menjaga ketersediaan stok di seluruh SPBU. Konsumen diimbau memantau informasi resmi perusahaan untuk mengetahui perubahan harga berikutnya.
Keputusan menahan harga BBM nonsubsidi mencerminkan upaya Pertamina menyeimbangkan tekanan pasar global dengan daya beli masyarakat. Posisi ini akan diuji jika harga minyak dunia kembali bergerak naik dalam beberapa bulan mendatang.