ENDE — Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda menyebut KNMP sebagai bagian dari komitmen Pemkab mendukung program Astacita Presiden Prabowo Subianto, khususnya ketahanan dan swasembada pangan nasional di sektor perikanan. Peletakan batu pertama KNMP Arubara di Kelurahan Tetandara, Kecamatan Ende Selatan, dilakukan Sabtu (24/10/2026).
Dari lima lokasi yang masuk daftar tahun ini, baru Kampung Nelayan Nioniba di Kecamatan Maukaro yang dibangun di awal 2026. Empat sisanya — Arubara, Waka, Mbuliwaralau, dan Pulau Ende — menyusul pada akhir tahun.
Fasilitas Pendukung: Portable Cold Storage hingga Target Rampung Desember
Pembangunan tiap KNMP akan dilengkapi fasilitas pendukung, salah satunya portable cold storage. Fasilitas pendingin portabel ini penting bagi nelayan agar hasil tangkapan tidak cepat rusak sebelum sampai ke pasar.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan KNMP, Reza Aditama, menyebut nilai kontrak KNMP Arubara Rp 7,4 miliar. Pengerjaan ditargetkan tuntas akhir Desember 2026.
"Melalui adendum, karena ada bencana kemarin selama satu bulan, paling tidak ada kemungkinan multi-years lewat tahun. Tapi kita upayakan akhir Desember itu sudah selesai," tutur Reza.
Usulan 10 KNMP Baru pada 2027, Bergantung Kesiapan Lokasi
Pemkab Ende sudah menyiapkan rencana lanjutan untuk 2027 dengan mengusulkan pembangunan 10 KNMP. Menurut Yosef, jumlah yang disetujui bisa lebih kecil tergantung hasil peninjauan lokasi.
"Jadi, kita tahun lalu sama tahun ini kan lima. Tahun depan itu kita usulkan 10. Mungkin kita dapat tujuh kampung nelayan, tergantung lihat dulu tempatnya bagaimana," terang Yosef.
Bagi warga pesisir, keberadaan KNMP diharapkan memangkas rantai distribusi hasil laut. Selama ini nelayan di sejumlah kampung harus menjual tangkapan ke pengepul karena tidak ada fasilitas penyimpanan memadai.
Klaim Kawasan Pertumbuhan Ekonomi Baru di Pesisir
Yosef menempatkan KNMP sebagai langkah strategis memperkuat sekaligus mendorong terciptanya kawasan pertumbuhan ekonomi baru di wilayah pesisir. Pendekatannya bukan sekadar membangun fisik kampung, tetapi menumbuhkan aktivitas ekonomi di sekitar dermaga dan fasilitas pendukung.
"Kita berharap kawasan ini akan jadi kawasan pertumbuhan ekonomi baru," kata Yosef saat peletakan batu pertama di Arubara.
Sejumlah pekerjaan masih menunggu penyelesaian administrasi kontrak menyusul dampak bencana yang sempat menghentikan pekerjaan selama sebulan. Pemkab Ende belum merinci besar penambahan waktu yang diajukan lewat adendum tersebut.