KUPANG — Pemerintah Kabupaten Kupang menempatkan reses anggota DPR RI sebagai jalur aspirasi yang menyambung kebutuhan warga Amfoang dengan kewenangan anggaran pusat. Yosef Lede menilai forum tersebut membuka ruang bagi masyarakat menyampaikan kebutuhan pembangunan secara langsung kepada wakil rakyat di tingkat nasional.
Kegiatan berlangsung di Bukit Wisata Humon dengan dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang Sofia Dehaan, sejumlah anggota DPRD dari Partai NasDem, pimpinan organisasi perangkat daerah, para camat dan kepala desa, tokoh agama, serta ribuan warga dari enam kecamatan di wilayah Amfoang Raya.
Rp 5 Miliar Disiapkan untuk Kampung Adat di Amfoang
Pemkab Kupang telah meninjau lokasi yang dinilai berpotensi dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis budaya dan kearifan lokal. Untuk mendukung pengembangan itu, anggaran Rp 5 miliar dialokasikan pada tahun 2027.
Yosef menyebut kekayaan alam dan budaya Amfoang sebagai modal utama pengembangan kampung adat. Menurutnya, kunjungan wisatawan diharapkan mendorong usaha lokal dan aktivitas pariwisata yang berdampak pada pendapatan warga.
"Amfoang memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa. Kita ingin mengembangkan kampung adat sebagai destinasi wisata agar semakin banyak orang datang berkunjung. Dengan demikian, masyarakat juga memperoleh manfaat ekonomi melalui pengembangan usaha lokal dan berbagai aktivitas pariwisata," jelasnya.
Jalan ke Amfoang Utara Lewat Gunung Timau Masuk Rencana 2027
Selain kampung adat, Pemkab Kupang merencanakan pembangunan jalan menuju Amfoang Utara melalui kawasan Gunung Timau pada 2027. Wilayah Amfoang dinilai memiliki tantangan geografis tersendiri yang membutuhkan percepatan penanganan infrastruktur.
Yosef menegaskan pembangunan kabupaten tidak bisa ditangani sendiri oleh pemerintah daerah. Kolaborasi dengan pemerintah provinsi, pemerintah pusat, dan DPR RI diperlukan agar percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan warga berjalan lebih cepat.
"Terima kasih atas kunjungan dan pelaksanaan reses ini. Kami memandang Bapak Viktor sebagai mitra strategis pemerintah daerah yang dapat membantu memperjuangkan berbagai kebutuhan masyarakat, terutama program dan dukungan anggaran dari pemerintah pusat yang belum sepenuhnya dapat dipenuhi melalui APBD Kabupaten Kupang," ujar Yosef Lede.
Viktor Laiskodat Soroti Rumput Laut hingga Garam
Viktor Bungtilu Laiskodat menyoroti besarnya potensi sumber daya alam Kabupaten Kupang yang belum dikelola secara produktif. Sektor kelautan, perikanan, rumput laut, dan pengembangan garam disebutnya sebagai potensi unggulan yang membutuhkan perencanaan matang, pemanfaatan teknologi, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Menurut Viktor, ketersediaan anggaran saja tidak cukup. Pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola potensi daerah menjadi syarat agar manfaat ekonomi benar-benar dirasakan warga, sehingga ia mendorong peningkatan akses pendidikan dan pelatihan yang sesuai kebutuhan sektor unggulan.
Ia juga menyoroti pengelolaan sumber air secara produktif. Pembangunan sumur bor dan jaringan air, menurutnya, perlu diikuti kegiatan pertanian dan penanaman tanaman produktif agar fasilitas yang dibangun memberi manfaat berkelanjutan.
Viktor mendorong pengembangan keterampilan teknis di bidang peternakan, pengolahan garam, kelautan, dan teknologi. Peningkatan keterampilan itu diharapkan mengubah potensi yang tersedia menjadi kegiatan ekonomi produktif dan menambah pendapatan keluarga.
10 Ton Benih dan 500 Kilogram Pupuk untuk Kelompok Tani
Pada kegiatan yang sama, Pemkab Kupang menyalurkan bantuan benih padi, benih jagung, dan pupuk kepada kelompok tani di Amfoang Raya. Data kegiatan mencatat total bantuan benih mencapai 10 ton, disertai 500 kilogram pupuk.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung produktivitas pertanian dan memperkuat usaha tani masyarakat setempat. Yosef berharap reses menghasilkan komunikasi konkret soal kebutuhan warga, sehingga aspirasi yang memerlukan dukungan pemerintah pusat dapat diperjuangkan melalui kewenangan dan fungsi anggaran DPR RI.