ROTE NDAO — Kepala Bagian Hukum Umum Setda Rote Ndao, Anthon Manepa, menyatakan pemerintah menerima laporan awal dari kepala desa soal tanggul tambak garam yang dijebol. Tim di tingkat desa disebut sudah dibentuk untuk menangani persoalan tersebut, dan Pemkab kini menunggu hasil penilaian KJPP sebelum menentukan besaran kompensasi.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.00 WITA. Anthon baru menerima informasi sekitar pukul 20.00 WITA karena saat kejadian sedang mengikuti ibadah.
Tim Desa Sudah Bergerak, Koordinasi dengan Polisi Berjalan
Menurut Anthon, informasi awal datang dari kepala desa yang melaporkan adanya tanggul tambak garam yang dijebol. Dari laporan itu, pemerintah mengetahui tim tingkat desa telah dibentuk lebih dulu untuk menangani situasi di lapangan.
Setelah selesai beribadah, Anthon bersama Penjabat Sekretaris Daerah saat itu langsung menuju lokasi kejadian. Keduanya melihat situasi dan melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian serta pihak NK.
"Setelah selesai beribadah Anthon bersama Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) saat itu langsung menuju lokasi kejadian untuk melihat situasi dan melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian serta pihak NK," demikian keterangan yang disampaikan Anthon pada Rabu 21 Oktober 2026.
Kompensasi Belum Final, KJPP Masih Menilai
Soal besaran ganti rugi, Pemkab Rote Ndao belum bisa memastikan angka. Proses penilaian oleh Kantor Jasa Penilai Publik masih berlangsung, dan hasilnya menjadi dasar pemerintah dalam menentukan kompensasi bagi pihak yang terdampak.
Anthon tidak menyebut nilai kerugian maupun luas tanggul yang rusak. Pemerintah daerah juga belum merinci siapa pihak yang berhak menerima kompensasi sebelum penilaian KJPP selesai.
Penanganan di kawasan tambak garam Rote Ndao melibatkan beberapa pihak sekaligus: pemerintah desa, Pemkab, kepolisian, dan pihak NK. Koordinasi lintas pihak itu berjalan sejak hari kejadian, meski laporan baru diterima Anthon sekitar delapan jam setelah peristiwa.
Warga Tambak Garam Menunggu Kepastian
Kawasan tambak garam menjadi salah satu sumber penghidupan warga di Rote Ndao. Kerusakan tanggul berpotensi mengganggu aliran air ke petak tambak, sehingga kepastian perbaikan dan kompensasi menjadi hal yang ditunggu petambak setempat.
Pemkab belum memerinci jadwal perbaikan tanggul. Anthon hanya menyampaikan bahwa proses penilaian KJPP masih berjalan dan pemerintah terus berupaya menyelesaikan persoalan di kawasan tambak garam.