Pencarian

Rupiah Tembus Rp 17.724 per Dolar AS, Level Terlemah Sepanjang Sejarah Terbentuk Pagi Ini

Selasa, 19 Mei 2026 • 11:20:16 WIB
Rupiah Tembus Rp 17.724 per Dolar AS, Level Terlemah Sepanjang Sejarah Terbentuk Pagi Ini
Rupiah melemah ke level Rp 17.724 per Dolar AS, mencatat rekor terlemah sepanjang sejarah pagi ini.

NUSA TENGGARA TIMUR — Pelemahan rupiah pagi ini memperpanjang tren negatif sepanjang tahun berjalan. Secara year-to-date, mata uang Garuda sudah terdepresiasi 6,25% terhadap greenback. Level Rp 17.724 ini mengalahkan rekor terlemah sebelumnya yang tercatat pada masa krisis 1998 dan tekanan pandemi 2020.

Bukan Hanya Rupiah: Sebagian Besar Mata Uang Asia Ikut Tertekan

Tekanan terhadap rupiah terjadi di tengah pelemahan mayoritas mata uang regional. Won Korea Selatan menjadi yang paling terpukul dengan koreksi 0,74%, disusul baht Thailand yang turun 0,18%, dan dolar Singapura melemah 0,09%. Yen Jepang dan rupee India masing-masing terkoreksi tipis 0,08% dan 0,04%.

Data ini menunjukkan bahwa tekanan dolar AS bersifat sistemik di kawasan Asia. Namun, besarnya depresiasi rupiah yang menembus batas psikologis Rp 17.700 menandakan faktor domestik turut memperparah kondisi.

Kronologi Pelemahan: Dari Ekspektasi RDG hingga Sentimen Global

Pergerakan rupiah pagi ini dimulai dari pembukaan yang sudah negatif di Rp 17.681. Dalam dua jam perdagangan pertama, tekanan jual terhadap rupiah semakin deras hingga menembus level Rp 17.724. Pelaku pasar memosisikan diri secara defensif menjelang hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia.

Analis Doo Financial Lukman Leong mengatakan bahwa pasar memperkirakan BI akan menaikkan suku bunga acuan untuk menahan laju pelemahan rupiah. "Ekspektasi kenaikan suku bunga membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati dalam mengambil posisi," ujar Lukman. Ia memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp 17.600 hingga Rp 17.700 sepanjang hari ini.

Di sisi lain, sentimen global justru sedikit mereda setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan akan menunda rencana serangan terhadap Iran. Pernyataan ini sempat meredakan kekhawatiran eskalasi konflik di Timur Tengah yang biasanya mendorong permintaan terhadap aset safe haven seperti dolar AS.

Apa yang Terjadi Selanjutnya? Tiga Faktor yang Akan Menentukan Arah Rupiah

Pergerakan rupiah ke depan akan sangat bergantung pada tiga variabel utama. Pertama, keputusan suku bunga BI yang diumumkan dalam RDG. Jika BI menaikkan suku bunga, rupiah berpotensi rebound meski terbatas. Kedua, data ekonomi domestik yang dinilai masih lemah oleh pelaku pasar menjadi beban tersendiri. Ketiga, perkembangan geopolitik global, terutama sikap AS terhadap Iran, masih bisa memicu volatilitas.

Lukman menambahkan, meski ada potensi penguatan, ruang gerak rupiah tetap terbatas. Investor disarankan mencermati keputusan BI sebagai katalis utama pergerakan kurs dalam beberapa hari ke depan.

Investasi mengandung risiko.

Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks