Pencarian

IHSG Dibuka Merah di 6.266,97, 500 Saham Terkoreksi dan Sentimen Eksternal Membayangi

Jumat, 24 Juli 2026 • 18:20:31 WIB
IHSG Dibuka Merah di 6.266,97, 500 Saham Terkoreksi dan Sentimen Eksternal Membayangi
Layar perdagangan di Bursa Efek Indonesia menampilkan pergerakan IHSG yang dibuka di zona merah pada level 6.266,97.

JAKARTA — Pasar saham domestik kembali dibuka di zona merah pada akhir pekan ini. Sebanyak kurang lebih 500 saham emiten tercatat mengalami penurunan, sementara hanya 75 saham yang berhasil menguat dan 97 saham lainnya stagnan pada awal sesi perdagangan.

Tekanan dari Eksternal: Tarif AS hingga Harga Minyak Tembus 100 Dolar

Pergerakan indeks hari ini masih dibayangi oleh sentimen global yang kurang kondusif. Pelaku pasar mencermati kebijakan tarif impor baru Amerika Serikat terhadap negara mitra dagang yang dinilai berpotensi meningkatkan ketidakpastian di pasar keuangan global.

Selain itu, meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah memicu lonjakan harga minyak mentah dunia yang menembus level 100 dolar AS per barel. Tim analis Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan bahwa hal ini menimbulkan kekhawatiran inflasi berpotensi kembali naik dan mempengaruhi kebijakan suku bunga The Fed ke depannya.

Sentimen Domestik: Mandatori B50 Jadi Katalis Positif untuk Emiten Sawit

Dari dalam negeri, implementasi program mandatori biodiesel B50 dinilai sebagai sentimen positif bagi emiten perkebunan sawit. Kebijakan ini berpotensi menjaga permintaan dan harga minyak sawit mentah atau CPO tetap tinggi di pasar domestik.

Namun, pelaku pasar juga mencermati potensi meningkatnya kebutuhan insentif pemerintah untuk menopang program tersebut. Pilarmas Investindo memperkirakan IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance di level 6.110 – 6.380.

Analisis Teknikal: Death Cross dan Potensi Koreksi Lebih Dalam

Dari sisi teknikal, indikator Stochastic RSI IHSG telah mengalami death cross di area overbought. Meskipun histogram MACD masih berada di area positif, indikasi penyempitan mulai terlihat.

Tim analis Phintraco Sekuritas menambahkan, berlanjutnya kenaikan harga minyak mentah diperkirakan akan menjadi faktor negatif tambahan. "Diperkirakan jika IHSG breakdown dari level MA5 di sekitar 6.280, maka berpotensi uji level support berikutnya di 6.200–6.250," tulis tim analis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.

Peringkat S&P untuk 69 Emiten: Depresiasi Rupiah Jadi Risiko

Sementara itu, lembaga pemeringkat global S&P telah memberikan peringkat terhadap 69 emiten korporasi dan infrastruktur di Indonesia. Pemeringkatan dibagi dalam empat kategori sesuai dengan eksposur terhadap ketidaksesuaian mata uang, operasional, dan neraca.

"Sejumlah kecil emiten lebih sensitif terhadap depresiasi mata uang, karena ketidaksesuaian valuta asing operasional dan pembiayaan. Secara historis, depresiasi yang tajam telah mengurangi kemauan emiten berperingkat spekulatif untuk membayar kewajiban keuangan," kata Tim Analis Phintraco.

Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks