Peresmian kantor baru ini dihadiri langsung Ketua KSP Kopdit Pintu Air Indonesia, Yakobus Jano, serta jajaran manajer dan ketua cabang di lingkungan Kabupaten Malaka. Wakil Bupati HMS mengapresiasi inisiatif koperasi yang dinilai mampu memberikan akses kredit dan simpanan bagi masyarakat petani.
5.000 Anggota, Baru 1% yang Mengakses Kredit
Ketua Pusat KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano, mengungkapkan data mengejutkan. Dari total 5.000 anggota yang tercatat di cabang Weliman, baru sekitar 1 persen atau hanya 50 orang yang memanfaatkan fasilitas kredit.
"Oleh karena itu, pegawai KSP Kopdit harus turun langsung ke anggota untuk melakukan kredit. Agar anggota punya tanggung jawab dalam koperasi ini," tegas Yakobus dalam sambutannya.
Strategi Jemput Bola ke Petani
Yakobus menekankan bahwa tugas utama pegawai koperasi bukan sekadar menunggu nasabah di kantor. Mereka harus aktif membina anggota agar usahanya bisa meningkat. "Kopdit Pintu Air hadir untuk memperhatikan masyarakat yang kurang mampu dalam usaha. Jadi, pegawai turun ke anggota untuk menawarkan kredit," pungkasnya.
Pendekatan jemput bola ini dinilai krusial mengingat mayoritas anggota adalah petani di pedesaan yang mungkin belum terbiasa dengan prosedur perbankan formal.
Pemkab Malaka: Koperasi Penopang Ekonomi Petani
Wakil Bupati Hendri Melki Simu menyatakan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap keberadaan koperasi. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi masyarakat petani membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, koperasi, dan perbankan.
"Atas nama Pemkab Malaka, saya mendukung koperasi yang hadir untuk membantu roda ekonomi masyarakat dengan jujur dan aman. Koperasi hadir untuk menopang pertumbuhan ekonomi masyarakat petani. Mari bersama-sama mensejahterakan masyarakat Malaka," ujar HMS.
Peresmian kantor cabang Weliman ini menjadi langkah konkret memperpendek akses layanan keuangan bagi petani di Kecamatan Weliman dan sekitarnya, sebuah wilayah yang selama ini mengandalkan sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi.