Pencarian

Menteri Agama Nasaruddin Umar Ajak Umat Buddha Jadikan Waisak Momentum Perkuat Kebajikan dan Perdamaian Dunia

Minggu, 31 Mei 2026 • 16:00:01 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar Ajak Umat Buddha Jadikan Waisak Momentum Perkuat Kebajikan dan Perdamaian Dunia
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Buddha memperkuat kebajikan dan perdamaian dunia melalui peringatan Waisak.

NUSA TENGGARA TIMUR — Dalam pernyataan tertulis yang diterima redaksi, Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan bahwa nilai-nilai Dharma relevan sebagai pedoman hidup di tengah dinamika zaman. Menurutnya, Dharma bukan sekadar ajaran keagamaan, melainkan pelita yang menuntun manusia pada kebenaran, moralitas, dan kebijaksanaan.

Dharma sebagai Fondasi Menjaga Perdamaian Dunia

“Dharma bukan sekadar ajaran, melainkan pelita kehidupan yang menuntun manusia untuk tetap teguh dalam nilai-nilai kebenaran, moralitas, kebijaksanaan serta di tengah dinamika zaman. Termasuk menjaga perdamaian dunia,” ujar Menag dalam pesan Hari Tri Suci Waisak di Jakarta, Minggu.

Menag menjelaskan, semangat menjaga perdamaian dunia berawal dari hati setiap individu. Nilai cinta kasih menjadi fondasi penting untuk membangun kehidupan yang harmonis, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, hingga dunia.

Jaminan Kebebasan Beribadah dan Tanggung Jawab Konstitusional

Imam Besar Masjid Istiqlal itu menegaskan komitmen pemerintah untuk menjamin setiap warga negara dapat menjalankan ibadah sesuai keyakinannya dengan aman, tenang, dan penuh khidmat. “Saya memiliki tanggung jawab konstitusional untuk memastikan setiap warga negara dapat menjalankan ibadahnya dengan tenang dan penuh khidmat. Pada saat yang sama, merawat harmoni adalah tanggung jawab kita bersama sebagai sesama anak bangsa,” tegasnya.

Menurut Menag, seluruh agama mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan yang luhur. Kehidupan beragama harus menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan, bukan sebaliknya. “Agama hadir untuk memanusiakan manusia. Kebijaksanaan yang diajarkan dalam Buddha selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan universal yang menjadi fondasi kehidupan bersama. Cinta kasih harus terus menjadi pondasi utama dalam menjaga persatuan bangsa,” ujar Menag.

Refleksi Waisak untuk Kerukunan Bangsa

Menag berharap peringatan Hari Tri Suci Waisak tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga ruang refleksi untuk menciptakan kehidupan yang rukun, menjaga persatuan bangsa, dan mewujudkan perdamaian dunia. Tema Waisak 2026 dinilai relevan dengan kondisi global yang membutuhkan keteladanan nilai-nilai luhur kemanusiaan.

Bagikan
Sumber: voi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks