NUSA TENGGARA TIMUR — Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengonfirmasi bahwa sumur GNK-PD28 telah dikomplesi pada lapisan TAF-K1 di kedalaman 1.762–1.764 meter. Uji produksi pada 31 Mei 2026 menunjukkan aliran minyak secara alami (natural flow) dengan laju bersih antara 1.658 hingga 2.184 barel minyak per hari (BOPD). Produksi gas ikutannya mencapai 1,45 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).
Efisiensi Waktu dan Biaya Pengeboran
Pengeboran sumur ini dikerjakan menggunakan Rig PDSI #39.3/D1500-E hingga kedalaman total 2.235 meter. Proyek rampung dalam 30 hari—15 hari lebih cepat dari rencana awal 45 hari.
Dari sisi anggaran, realisasi biaya hanya mencapai 76,13 persen dari pagu yang disetujui SKK Migas. Artinya, ada penghematan hampir seperempat biaya tanpa mengorbankan hasil produksi.
Pintu Masuk Ekspansi ke Sektor Baru
Sumur GNK-PD28 merupakan sumur infill yang dikembangkan dari sumur step out GNK-111. Posisi bawah permukaannya lebih tinggi (updip) dibandingkan sumur referensi.
Keberhasilan ini membuka peluang pengembangan di area utara kompartemen Gunung Kemala Sektor III. SKK Migas juga melihat potensi ekspansi step out ke bagian timur struktur Gunung Kemala.
“Keberhasilan ini membuka peluang pengembangan lapangan di area bagian utara pada kompartemen Gunung Kemala sektor III dan step out bagian timur struktur Gunung Kemala,” ujar Djoko dalam keterangan resmi, Senin (1/6).
Optimisme Produksi Nasional
Temuan ini memperkuat keyakinan industri hulu migas bahwa lapangan eksisting masih menyimpan cadangan tambahan yang ekonomis. Dengan biaya bor yang lebih rendah dan waktu pengerjaan yang lebih singkat, efisiensi operasional menjadi modal penting mengejar target produksi nasional.
Pertamina EP Zona 4 Regional 1 Asset 2 Prabumulih kini memiliki pijakan baru untuk memperluas pencarian di wilayah yang sebelumnya belum tergarap maksimal.