KUPANG — Pertemuan itu menjadi forum koordinasi strategis antara aparat keamanan dan lembaga keagamaan di Nusa Tenggara Timur. Kapolda NTT didampingi Direktur Pembinaan Masyarakat dan Wakil Direktur Intelkam Polda NTT saat menerima rombongan LPTQ yang dipimpin Ketua LPTQ Provinsi NTT Moh. Ansor.
Polda Buka Ruang Komunikasi dengan Tokoh Agama
Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra menyebut pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. "Kapolda menyambut baik kunjungan ini sebagai bagian dari penguatan kolaborasi dalam menjaga kerukunan umat beragama dan persatuan masyarakat," ujarnya.
Menurut Kombes Henry, Kapolda menegaskan bahwa Polda NTT selalu membuka ruang komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga keagamaan. Tujuannya menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.
MTQ Jadi Ajang Syiar Islam dan Pererat Toleransi
Dalam pertemuan tersebut, pengurus LPTQ NTT memaparkan berbagai program dan agenda, termasuk persiapan MTQ Tingkat Provinsi NTT. Kegiatan keagamaan ini dinilai penting tidak hanya untuk pengembangan syiar Islam dan pembinaan generasi Qurani, tetapi juga menjadi sarana memperkuat toleransi di tengah keberagaman masyarakat NTT.
"Keberhasilan pembangunan daerah tidak terlepas dari terjaganya harmoni sosial dan kerukunan antarumat beragama," kata Kabidhumas menirukan pernyataan Kapolda.
Komitmen Pengamanan Kegiatan Keagamaan
Polda NTT menyatakan komitmennya mendukung pelaksanaan kegiatan keagamaan di wilayah NTT, termasuk melalui pengamanan dan koordinasi yang diperlukan. Polisi memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar.
Pertemuan diakhiri dengan diskusi dan tukar pandangan mengenai pentingnya kolaborasi antara aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas daerah. Polda NTT menegaskan komitmennya membangun kemitraan harmonis dengan seluruh komponen masyarakat sebagai bagian dari semangat Polda NTT Penuh Kasih dalam melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat.