KUPANG — PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Pengatur Beban Nusa Tenggara Timur (PLN UP2B NTT) resmi mengoperasikan sistem proteksi terpusat untuk menggantikan sistem konvensional yang selama ini tersebar di setiap gardu induk. Migrasi teknologi ini rampung pada Rabu (3/6) dan disebut sebagai langkah besar menjaga ketahanan sistem kelistrikan di wilayah kepulauan tersebut.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT, F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa inovasi digital ini didedikasikan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Menurutnya, listrik kini menjadi urat nadi kehidupan, mulai dari anak-anak yang belajar malam hari, pelaku UMKM, hingga pelayanan di rumah sakit.
“Kami ingin memastikan masyarakat NTT dapat menikmati listrik dengan rasa aman, tanpa perlu khawatir akan gangguan kedip atau padam akibat fluktuasi beban,” ujar Eko dalam keterangan resmi yang diterima media, Kamis (4/6).
Perubahan dari Sistem Konvensional ke Terpusat
Sistem lama menggunakan Underfrequency Relay (UFR) yang bekerja secara mandiri di setiap gardu induk. Kini, seluruh parameter frekuensi dipantau secara terpadu dari pusat kendali atau control center. Manager PLN UP2B NTT, Andi Martha Siswahyudi, menyebut lompatan ini sebagai respons terhadap dinamika beban modern.
“Ini adalah bentuk nyata PLN dalam merespons dinamika beban modern dan terus menaikkan kelas kualitas layanan kelistrikan bagi seluruh lapisan masyarakat,” jelas Andi.
Proses Migrasi: Serat Optik dan Perangkat Keras Baru
Proses migrasi dilakukan serentak di seluruh gardu induk yang tersebar di Pulau Timor dan Pulau Flores. Teknologi komunikasi berbasis serat optik berkecepatan tinggi diintegrasikan, bersamaan dengan pembaruan perangkat keras di setiap titik interkoneksi.
Dengan sistem terpusat ini, PLN optimistis durasi dan dampak kedip akibat gangguan frekuensi rendah bisa diminimalkan. Infrastruktur kelistrikan NTT diharapkan semakin tangguh mendukung pertumbuhan ekonomi, aktivitas harian warga, dan sektor pariwisata premium daerah.
Fakta Singkat: Modernisasi Sistem Proteksi PLN NTT
- Lokasi penerapan: Seluruh gardu induk di Pulau Timor dan Pulau Flores.
- Teknologi baru: Underfrequency Protection Centralized menggantikan UFR konvensional.
- Infrastruktur pendukung: Integrasi serat optik berkecepatan tinggi dan pembaruan hardware.
- Tujuan utama: Mencegah pemadaman meluas (blackout) dan menjaga stabilitas frekuensi.
PLN NTT berkomitmen terus memperkuat infrastruktur, melakukan pemeliharaan rutin terukur, dan mengawal digitalisasi jaringan demi pasokan listrik di bumi Flobamora yang aman dan andal.