KEFAMENANU — Ribuan Orang Muda Katolik (OMK) dari sepuluh paroki di Dekenat Mena mendapat motivasi langsung dari Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, untuk memulai usaha berbasis sumber daya lokal. Dalam dialog yang berlangsung di halaman Paroki Santa Filomena Mena, Kamis (11/6/2026), Gubernur menekankan bahwa setiap paroki harus memiliki produk unggulan sendiri.
Konsep Satu Paroki Satu Produk Unggulan
“Setiap paroki bisa memiliki produk unggulan sendiri dengan konsep one community, one product. Anak-anak muda harus menjadi penggerak ekonomi kreatif di wilayahnya masing-masing,” ujar Gubernur Laka Lena di hadapan para rohaniwan dan umat.
Ia mencontohkan, potensi pertanian, peternakan, hingga kerajinan tangan di wilayah perbatasan RI-RDTL bisa dikembangkan menjadi produk bernilai jual tinggi. Pemerintah Provinsi NTT, menurutnya, siap memberikan pendampingan teknis dan akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan Bank NTT.
Peringatan soal Calo dan Perantara
Gubernur mengingatkan kaum muda agar tidak menggunakan jasa calo atau perantara saat mengurus program pemerintah. “Pemerintah siap memfasilitasi melalui Bank NTT dan berbagai program yang ada. Yang penting, ada kemauan untuk bekerja, berusaha dan memiliki rencana bisnis yang baik,” tegasnya.
Pesan itu disambut antusias oleh ratusan OMK yang hadir. Suasana dialog semakin semarak saat Gubernur mengajak seluruh peserta menyanyikan lagu “Jangan Menyerah” milik grup band D’Massive.
Romo Deken: Ini Kerinduan Umat untuk Bertatap Muka
Romo Deken Dekenat Mena, Rm. Yohanes Seran Nahak, Pr, mengungkapkan rasa syukur atas kunjungan Gubernur yang didampingi Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo. Menurutnya, kehadiran pemimpin daerah sudah lama dinantikan umat untuk berdialog langsung.
“Menjelang puncak HUT Pelindung Dekenat Mena, Hati Kudus Yesus, kami telah menggelar perarakan Arca Hati Kudus Yesus mengelilingi sepuluh paroki, berbagai pertandingan, pameran ekonomi kreatif, dan kemah OMK yang diprakarsai kaum muda,” jelas Romo Yohanes.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, gereja, dan masyarakat terus diperkuat untuk membangun sumber daya manusia dan mengembangkan potensi ekonomi lokal di Kabupaten Timor Tengah Utara.