Setelah satu dekade beroperasi sebagai salah satu game live-service paling sukses, Dead by Daylight tidak lagi segan menampilkan adegan kekerasan eksplisit. Dari animasi pembunuhan (moris) yang awalnya relatif halus, kini pemain disuguhkan visual yang jauh lebih grafis dan sadis.
Keputusan ini bukan tanpa alasan. Dalam wawancara eksklusif dengan GameSpot, Richard menjelaskan perubahan filosofi tim pengembang.
Dari “Aksesibel” ke “Lebih Horor”
"Saat pertama kali merilis Dead by Daylight, kami ingin game ini semudah mungkin diakses," ujar Richard. "Kami ingin DBD menakutkan dan mendebarkan, tapi juga ramah bagi sebanyak mungkin orang. Subjek yang terlalu menjijikkan atau terlalu keras tidak akan ada di dalamnya."
Namun, strategi itu berubah drastis. Tim menyadari bahwa selera penonton horor global telah bergeser.
"Kami me