Pencarian

Gubernur NTT Luncurkan NTT Mart dan Gerakan Jam Belajar di Waibakul untuk Perkuat Karakter Siswa

Rabu, 17 Juni 2026 • 11:53:01 WIB
Gubernur NTT Luncurkan NTT Mart dan Gerakan Jam Belajar di Waibakul untuk Perkuat Karakter Siswa
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena meresmikan NTT Mart di SMK Negeri 1 Waibakul sebagai ruang pemasaran produk siswa.

WAIBAKUL — Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena meresmikan NTT Mart berbasis program One School One Product (OSOP) di SMK Negeri 1 Waibakul, Kabupaten Sumba Tengah, Selasa (16/6/2026). Peresmian itu dirangkaikan dengan sosialisasi Pergub Nomor 24 Tahun 2026 tentang Gerakan Jam Belajar Masyarakat.

NTT Mart dirancang sebagai ruang pemasaran produk hasil karya siswa. Program ini menjadi bagian dari transformasi pendidikan yang memberi pengalaman langsung kepada peserta didik dalam proses produksi, pengelolaan usaha, hingga pemasaran.

Optimisme dari Rak-Rak Sekolah

Gubernur Melki melihat NTT Mart sebagai simbol harapan bagi generasi muda NTT. Ia secara khusus membeli sejumlah produk hasil karya siswa saat peresmian sebagai bentuk dukungan nyata.

“Saya sengaja membeli produk karya siswa. Karena saya ingin anak-anak NTT percaya bahwa masa depan mereka tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja,” ujar Gubernur Melki dalam sambutannya.

Program OSOP mendorong setiap sekolah mengembangkan satu produk unggulan berbasis potensi lokal. Siswa tidak hanya belajar teori kewirausahaan, tetapi terlibat langsung menciptakan nilai tambah dari sumber daya daerah.

Alarm Peringkat 36 dari 38 Provinsi

Di balik optimisme itu, Gubernur Melki mengingatkan tantangan besar di sektor pendidikan. Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) terbaru menempatkan NTT di peringkat 36 dari 38 provinsi di Indonesia.

“Ini alarm bagi kita semua,” kata Gubernur Melki. Ia menekankan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak bisa hanya dibebankan ke sekolah. Keterlibatan keluarga dan masyarakat menjadi kunci.

Atas dasar itu, Pemprov NTT menerbitkan Pergub Nomor 24 Tahun 2026. Kebijakan ini mengajak masyarakat menciptakan suasana belajar yang kondusif di rumah setiap hari pada pukul 18.00 hingga 19.30 WITA.

“Karena itu saya mengajak seluruh masyarakat: pukul 18.00–19.30, mari beri ruang bagi anak-anak untuk belajar. Matikan dulu kebisingan, hidupkan kembali kebersamaan keluarga,” ujar Gubernur Melki.

Sinergi Budaya Belajar dan Kewirausahaan

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambros Kodo, menjelaskan bahwa Gerakan Jam Belajar tidak hanya bertujuan meningkatkan prestasi akademik. Kebijakan ini juga membangun kebiasaan belajar berkelanjutan melalui dukungan keluarga.

Wakil Bupati Sumba Tengah, Martinus Umbu Djoka, menyambut baik sinergi antara penguatan budaya belajar dan pengembangan kewirausahaan yang diusung pemerintah provinsi. Menurutnya, kedua program ini menjadi langkah strategis mempersiapkan generasi muda yang cerdas secara akademik sekaligus mandiri dan adaptif.

Peluncuran NTT Mart dan Gerakan Jam Belajar menandai arah baru pembangunan pendidikan di NTT. Sekolah tidak lagi sekadar tempat transfer pengetahuan, melainkan ruang membangun karakter, keterampilan hidup, dan keberanian menciptakan masa depan.

“Dari Waibakul hari ini, saya melihat harapan itu dijual di rak-rak sekolah,” kata Gubernur Melki saat meresmikan NTT Mart, didampingi Wakil Bupati Sumba Tengah M. Umbu Djoka, anggota DPRD NTT Anton Mahemba, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambros Kodo.

Bagikan
Sumber: selatanindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks