TAMBOLAKA — Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya memulai langkah strategis dengan pencanangan Sensus Ekonomi 2026. Wakil Bupati Dominikus Alpawan Rangga Kaka memimpin apel kesadaran yang dirangkaikan dengan seremoni tersebut, dihadiri para asisten, staf ahli, serta pimpinan organisasi perangkat daerah.
Data Akurat Jadi Syarat Kebijakan Tepat Sasaran
Dalam arahannya, Wabup Rangga Kaka menekankan bahwa data statistik bukan sekadar angka. “Data yang baik akan menghasilkan kebijakan yang baik. Sebaliknya, data yang tidak lengkap akan menyulitkan pemerintah dalam menentukan arah pembangunan,” ujarnya di hadapan aparatur sipil negara.
Sensus kali ini merupakan yang kelima sejak 1986, digelar setiap sepuluh tahun sekali oleh Badan Pusat Statistik. Cakupannya meliputi usaha mikro hingga perusahaan besar, termasuk sektor digital yang berkembang pesat dalam satu dekade terakhir.
Empat Tugas Utama ASN dalam Sensus
Wabup memberikan empat instruksi kepada jajaran pemda. Pertama, dukungan penuh terhadap proses pendataan. Kedua, koordinasi aktif dengan petugas BPS di masing-masing wilayah. Ketiga, sosialisasi kepada masyarakat bahwa data yang diberikan dijamin kerahasiaannya dan tidak digunakan untuk kepentingan perpajakan atau audit. Keempat, ajakan kepada pelaku usaha agar memberikan informasi yang jujur, lengkap, dan akurat.
Tanpa partisipasi aktif semua pihak, kata dia, hasil sensus berisiko tidak mencerminkan kondisi riil perekonomian Sumba Barat Daya.
Hasil Sensus Jadi Acuan RPJMD hingga Investasi
Pemerintah daerah akan menggunakan data sensus untuk menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), serta kebijakan strategis lainnya. Mulai dari pengembangan UMKM, peningkatan investasi, hingga pembangunan infrastruktur ekonomi.
Dinamika ekonomi yang berubah cepat—munculnya usaha baru, transformasi digital, dan pertumbuhan sektor informal—membutuhkan peta ekonomi yang mutakhir. Sensus Ekonomi 2026 dirancang untuk menjawab kebutuhan itu.
Visi Besar Menuju Indonesia Emas 2045
Bagi Sumba Barat Daya, sensus ini menjadi momentum memperkuat visi pembangunan daerah menuju kabupaten yang hebat, berkarakter, sehat, cerdas, berketahanan pangan, dan berbudaya. Target jangka panjangnya sejalan dengan cita-cita Indonesia Emas 2045.
Wabup Rangga Kaka menutup sambutannya dengan harapan agar seluruh tahapan pendataan berlangsung lancar, aman, dan sukses. Dengan memohon rahmat Tuhan Yang Maha Esa, ia secara resmi mencanangkan dimulainya Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Sumba Barat Daya.