Pencarian

BUMN Dipangkas dari 1.043 Jadi 300 Perusahaan, Bos Danantara Jamin Tak Ada PHK Massal

Rabu, 17 Juni 2026 • 14:06:01 WIB
BUMN Dipangkas dari 1.043 Jadi 300 Perusahaan, Bos Danantara Jamin Tak Ada PHK Massal
BP BUMN dan Danantara Indonesia menyatakan tidak akan ada PHK massal dalam proses perampingan BUMN dari 1.043 menjadi 300 perusahaan.

NUSA TENGGARA TIMUR — Kepastian soal nasib pekerja ini disampaikan langsung oleh Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria. Ia menegaskan seluruh karyawan dari entitas yang dirampingkan akan ikut dalam proses konsolidasi, bukan ditinggalkan.

"Kita punya 1.043 perusahaan, nanti tahun ini harus selesai menjadi tinggal 300 perusahaan. Tetapi nggak usah khawatir, tidak akan terjadi PHK," ujar Dony di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Rapat Evaluasi dan Target 216 Entitas Terselesaikan

Dalam unggahan resmi akun Instagram @bumn_id, Rabu (17/6/2026), BP BUMN menyebutkan bahwa hingga 15 Juni 2026 sebanyak 216 entitas sudah berhasil ditata. Angka ini menjadi bagian dari target besar penyederhanaan struktur usaha BUMN yang dicanangkan sejak awal tahun.

Dony menggelar rapat internal untuk mengevaluasi perkembangan streamlining di berbagai kelompok BUMN. Fokus pembahasan meliputi percepatan penyederhanaan struktur usaha, penguatan fokus bisnis inti, optimalisasi aset, serta peningkatan efektivitas pengelolaan perusahaan negara.

"Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BP BUMN bersama Danantara untuk membangun BUMN yang lebih kompetitif, profesional dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan nasional," tulis akun tersebut.

Telkom Jadi Contoh: Dari 67 Anak Usaha Jadi Belasan

Salah satu contoh konkret konsolidasi terjadi di PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Perusahaan telekomunikasi pelat merah itu saat ini memiliki 67 anak perusahaan. Setelah proses perampingan, jumlah tersebut dipangkas drastis hingga hanya tersisa belasan perusahaan.

Dony menjelaskan, konsolidasi BUMN akan dibagi ke dalam beberapa klaster, seperti logistik, karya, asuransi, hingga layanan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan struktur yang lebih ramping, perusahaan diharapkan menjadi lebih sehat, kuat, dan tangguh.

"Kita sedang menyelesaikan seluruh

Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks