KUPANG — Suasana khidmat dan penuh nilai budaya mewarnai penyambutan Wakapolda NTT Brigjen Pol Faizal di Markas Kepolisian Daerah NTT, Selasa (16/6/2026). Kedatangannya bersama istri, Ny. Ratih Faizal, disambut dengan rangkaian prosesi adat yang menggabungkan tradisi kepolisian dan kearifan lokal Bumi Flobamorata.
Prosesi Adat Natoni dan Pemberian Kain Tenun
Rangkaian penyambutan diawali dengan pemberian kain adat sebagai simbol penghormatan dan penerimaan dari keluarga besar Polda NTT. Setelah itu, Brigjen Pol Faizal dan istri menerima pengalungan bunga serta buket dari polisi cilik yang menambah semarak suasana.
Tradisi adat Natoni yang dibawakan tetua adat menggunakan bahasa Timor menjadi momen paling bermakna. Melalui tuturan adat tersebut, masyarakat menyampaikan ungkapan selamat datang sekaligus doa dan harapan agar Wakapolda NTT dapat menjalankan tugas dengan baik, membawa keamanan, kedamaian, dan kemajuan bagi masyarakat.
Lorong Pedang dan Tarian Persaudaraan
Usai prosesi Natoni, rombongan disambut tarian adat khas NTT yang menggambarkan semangat persaudaraan, penghormatan, dan kebersamaan. Iringan tarian tradisional itu mengantar Brigjen Pol Faizal menuju gerbang Pedang Pora—sebuah tradisi kehormatan yang menjadi simbol penerimaan pejabat baru di lingkungan Polri.
Dengan langkah mantap, jenderal bintang satu kelahiran Soppeng, Sulawesi Selatan, 7 April 1975 itu bersama sang istri melewati barisan pedang yang terangkat membentuk lorong kehormatan. Momen tersebut menandai dimulainya pengabdian baru sebagai Wakapolda NTT.
Rekam Jejak Pendidikan dan Karier Brigjen Pol Faizal
Brigjen Pol Faizal mengawali pendidikan kepolisian di Akademi Kepolisian dan lulus pada tahun 1996. Ia melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (2005), Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah Polri (2010), hingga Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi Polri (2021).
Karier kepemimpinannya dimulai sebagai Wakapolresta Sukabumi (2008), Kasatlantas Polrestabes Semarang (2012), Kapolres Kebumen (2013), dan Kapolres Klaten (2015). Pada tahun 2020, ia dipercaya menjabat Dirlantas Polda Sulawesi Tenggara, lalu sebagai Dirgakkum Korlantas Polri pada tahun 2025 sebelum akhirnya bertugas di NTT.
Harapan untuk Sinergi Polisi dan Masyarakat
Penyambutan melalui tradisi Pedang Pora dan adat Natoni bukan sekadar seremoni. Prosesi ini menjadi simbol penghormatan, harapan, serta kepercayaan yang diberikan kepada Brigjen Pol Faizal untuk mengemban tugas di Bumi Flobamorata. Dengan pengalaman panjang dan dukungan seluruh jajaran, kehadirannya diharapkan mampu memperkuat sinergi kepolisian dengan elemen masyarakat serta mendukung program keamanan dan ketertiban di NTT.