Pencarian

Orang Tua di Kupang Minta KPK Audit Operator SPMB SMA, Kuota Penuh 2-3 Menit Usai Dibuka

Senin, 22 Juni 2026 • 11:27:01 WIB
Orang Tua di Kupang Minta KPK Audit Operator SPMB SMA, Kuota Penuh 2-3 Menit Usai Dibuka
Orang tua di Kupang meminta KPK audit operator SPMB SMA terkait kuota penuh dalam hitungan menit.

KUPANG — Orang tua wali murid di Kota Kupang meminta KPK turun tangan mengaudit operator sekolah dalam proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA dan SMK. Kuota di sejumlah sekolah negeri dilaporkan langsung penuh hanya dalam 2-3 menit setelah sistem pendaftaran daring dibuka.

Anita Amtiran (52), salah satu wali siswa, mengaku anaknya gagal mendaftar di sekolah negeri pilihan meski telah menunggu sejak pagi dan menyiapkan seluruh dokumen persyaratan.

"Kami sudah menunggu lama, semua dokumen sudah siap. Tapi saat sistem dibuka, kuotanya langsung penuh. Kami tidak tahu bagaimana prosesnya bisa secepat itu," kata Anita kepada wartawan, Senin (22/6/2026).

Desakan Audit Operator Sekolah oleh KPK

Anita menegaskan, pengawasan KPK dalam SPMB seharusnya tidak hanya bersifat pemantauan, tetapi juga menyasar operator sekolah yang menjalankan sistem. Ia menilai pengisian kuota yang hanya berlangsung 2-3 menit tidak rasional.

"Kalau bilang sekarang pengawasan langsung dari KPK, maka harus diawasi semua dengan itu operator sekolah. Jangan hanya 2-3 menit, portal yang dibuka tiba-tiba langsung dibilang penuh. Ini ada apa," tandasnya.

Ia juga mendesak Pemerintah Provinsi NTT dan DPRD NTT melakukan audit terhadap mekanisme pendaftaran serta mempublikasikan data penerimaan secara terbuka. Langkah ini dinilai penting untuk menghilangkan spekulasi di tengah masyarakat.

"Pendidikan adalah hak setiap anak. Karena itu, proses penerimaan murid baru harus berlangsung jujur, adil, dan transparan," tambah Anita.

Disdikbud NTT: Kuota Penuh karena Ratusan Siswa Daftar Bersamaan

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) NTT Ambrosius Kodo membantah adanya praktik kecurangan dalam SPMB Tahun Ajaran 2026-2027. Ia menjelaskan, kuota cepat penuh karena ratusan siswa melakukan pendaftaran ke sekolah tujuan pada waktu yang bersamaan, sementara daya tampung terbatas.

"Mungkin pada saat bersama ratusan siswa mendaftarkan diri, kuota contohnya 40, ya penuh, kan begitu," ujar Ambrosius.

Untuk mengurai antrean, Disdikbud NTT membagi waktu pendaftaran menjadi sesi pagi dan sesi siang. Ambrosius menyebut hasil simulasi menunjukkan proses pendaftaran dapat dilakukan hanya dalam waktu 27 detik.

"Jadi tidak ada yang ditutupi di situ," katanya.

Sistem Digital Rekam Jejak Manipulasi

Ambrosius menegaskan, KPK memastikan tidak ada praktik titip siswa dalam pelaksanaan SPMB. Setiap upaya manipulasi, menurutnya, akan terekam dalam sistem digital.

"Pemantauan KPK tidak boleh ada titipan. Kalau ada upaya itu maka jejak digital akan terlihat apakah di tutup portalnya ataukah di tutup karena kuotanya sudah penuh. Kalau sudah penuh otomatis terkunci portal itu," tegasnya.

SPMB wilayah NTT Tahun Ajaran 2026-2027 dibuka pada 17 Juni hingga 2 Juli 2026. Disdikbud NTT mengklaim sosialisasi mengenai mekanisme pendaftaran daring terus dilakukan setiap tahun agar masyarakat memahami sistem yang berlaku.

Bagikan
Sumber: detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks