KUPANG — Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, menggalang dana sebesar Rp133,5 juta untuk mendukung pendidikan calon imam di Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero, Maumere. Dana tersebut terkumpul dalam jamuan makan malam bersama 60 frater dan tujuh imam di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Rabu (8/7/2026), melalui aksi lelang lagu yang dipandu langsung oleh Gubernur. Seluruh donasi akan disalurkan untuk pembinaan para frater di tengah meningkatnya biaya pendidikan dan berkurangnya dukungan dari luar negeri.
Lelang Lagu Jadi Magnet Penggalangan Dana
Suasana hangat mewarnai pertemuan yang dihadiri para frater Komunitas Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero yang tengah menjalani animasi misi dan persiapan konser amal di Kota Kupang. Malam itu, Gubernur Melki Laka Lena tak hanya menyambut mereka, tetapi juga memandu langsung lelang lagu yang melibatkan pejabat pemerintah, dunia usaha, dan lembaga keuangan.
Rektor Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero, P. Yosef Keladu Koten, SVD, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat tersebut. Ia menjelaskan bahwa konser amal yang akan digelar pada 11 Juli 2026 di Grha Cendana Universitas Nusa Cendana merupakan upaya mengajak umat berpartisipasi mendukung keberlangsungan pendidikan calon imam.
Donasi dari Gubernur hingga Komisaris Utama Bank NTT
Dana Rp133,5 juta terkumpul dari sumbangan pribadi Gubernur NTT, Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT, Kepala OJK NTT, para pengusaha, pimpinan perangkat daerah, serta Komisaris Utama Bank NTT. "Ledalero telah memberikan kontribusi yang luar biasa bagi NTT. Kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk mendukung keberlangsungan pendidikan di lembaga ini," kata Gubernur Melki dalam sambutannya.
Menurutnya, Rumah Jabatan Gubernur merupakan rumah bagi seluruh masyarakat NTT. Ia juga mengapresiasi kontribusi besar seminari dalam mencetak misionaris yang menjadi duta budaya NTT di tingkat internasional.
Tantangan Biaya Pendidikan dan Berkurangnya Donor Luar Negeri
P. Yosef Keladu Koten mengungkapkan bahwa seminari saat ini menghadapi tantangan pembiayaan akibat meningkatnya biaya pendidikan dan berkurangnya dukungan dari luar negeri. Kegiatan animasi misi dan konser amal menjadi salah satu cara untuk mengajak masyarakat berpartisipasi langsung.
Para frater yang hadir juga menutup malam itu dengan persembahan lagu yang disambut antusias para tamu. Gubernur Melki menegaskan bahwa para alumni Ledalero bukan hanya pewarta Injil, tetapi juga menjadi duta budaya Nusa Tenggara Timur di tingkat internasional sehingga keberlangsungan pendidikan di seminari tersebut patut mendapat dukungan bersama.