SUMBA TIMUR — Sidang Sinode ke-44 Gereja Kristen Sumba (GKS) resmi ditutup oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, di GKS Jemaat Nggongi, Klasis Mahu Karera, Kabupaten Sumba Timur, Kamis (9/7). Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, turut hadir bersama Wakil Bupati Sumba Tengah, jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para pendeta, serta perutusan klasis dari seluruh wilayah pelayanan GKS.
Dalam sambutannya, Bupati Umbu Lili Pekuwali menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya persidangan dengan lancar. Ia berharap seluruh keputusan yang dihasilkan dapat memperkuat pelayanan gereja dan menjadi landasan sinergi antara gereja dan pemerintah.
Kepemimpinan Baru BPMS GKS Masa Bakti 2026–2031
Salah satu agenda penting dalam sidang ini adalah pemilihan Ketua dan Sekretaris Umum BPMS GKS. Hasil persidangan menetapkan Pdt. Yakub Malobili, S.Th., M.Pd. sebagai Ketua BPMS GKS dan Pdt. Aprianus M. Dj. Uma, S.Si.-Teol., M.Pd. sebagai Sekretaris Umum BPMS GKS untuk masa pelayanan 2026–2031.
Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, dalam pidato penutupannya mengucapkan selamat kepada jajaran pengurus yang baru terpilih. Ia mengajak seluruh pengurus mengemban amanah dengan integritas, menjaga persatuan, serta memperkuat kemitraan antara gereja dan pemerintah dalam mendukung pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat NTT.
Apresiasi Pemerintah Daerah untuk Sinergi Gereja-Pemda
Pemerintah Kabupaten Sumba Timur memberikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan sidang. Diharapkan kepemimpinan baru BPMS GKS dapat memperkuat pelayanan gereja dan membangun kemitraan harmonis dengan pemerintah serta elemen masyarakat.
"Kepemimpinan yang baru diharapkan mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab, memperkuat pelayanan gereja, serta terus membangun kemitraan yang harmonis dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan yang berlandaskan nilai-nilai kasih, persaudaraan, dan pelayanan demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat di Pulau Sumba," ungkap Bupati Umbu Lili Pekuwali dalam rilis resmi yang diterima redaksi.
Penutupan Sidang Sinode ke-44 GKS menandai berakhirnya seluruh rangkaian persidangan yang telah berlangsung selama beberapa hari. Sidang ini juga menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam membangun kehidupan bergereja yang kokoh serta meningkatkan kontribusi gereja dalam pembangunan daerah.