MANGARRAI BARAT — Empat belas dari 64 siswa SD Inpres Wae Moto tercatat sebagai anak dari nasabah PNM Mekaar. Sisanya berasal dari keluarga prasejahtera di Desa Wae Moto yang selama ini bergulat dengan keterbatasan infrastruktur pendidikan.
Bagi Mariva Yankezia (10), sekolah adalah satu-satunya jalan untuk mengubah nasib keluarga. "Saya tetap semangat sekolah karena saya tahu orang tua saya bekerja keras supaya saya bisa menimba ilmu. Saya ingin belajar sungguh-sungguh agar bisa membanggakan mereka," ujar siswi kelas 4 itu dalam siaran pers tertulis, Kamis (23/7/2026).
Bukan Sekadar Bangun Ruang Kelas
Direktur Utama PNM Kindaris menegaskan program ini bukan sekadar perbaikan fisik. Pemberdayaan yang selama ini menyasar ibu-ibu nasabah Mekaar diperluas hingga menyentuh generasi penerus.
"Pemberdayaan bukan sekadar memberikan permodalan. Tetapi, juga pendampingan usaha agar manfaatnya dirasakan seluruh keluarga, terutama anak-anak," kata Kindaris.
Apa yang Diperbaiki di SD Inpres Wae Moto?
- Revitalisasi ruang belajar yang sebelumnya tidak layak pakai
- Pembangunan fasilitas sanitasi dan akses kebersihan
- Penyediaan sarana penunjang pendidikan sesuai kebutuhan sekolah
SD Inpres Wae Moto berada di kawasan 3T yang selama ini minim akses terhadap perbaikan infrastruktur. Sekolah menjadi satu-satunya tempat anak-anak Wae Moto menumbuhkan harapan untuk masa depan yang lebih baik.
Harapan 15 Tahun Lagi
Kindaris berharap revitalisasi ini meninggalkan jejak jangka panjang. "Saya berharap 15 tahun lagi mereka mengingat. Bahwa hari ini PNM percaya pada mimpi-mimpi mereka," ujarnya.
Melalui PNM Peduli, perusahaan berupaya menghadirkan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan nyaman bagi seluruh siswa. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen PNM dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia sejak usia sekolah, sekaligus memperkuat pemberdayaan keluarga prasejahtera melalui pendidikan yang lebih berkualitas.