NAGEKEO — Pemkab Nagekeo memastikan arus informasi penanganan bencana pascagempa berkekuatan 7,7 SR tetap terbuka bagi publik. Media Center yang didirikan Dinas Kominfo tidak hanya menjadi tempat konferensi pers, tetapi juga simpul layanan informasi bagi warga yang membutuhkan kepastian data di lapangan.
Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Nagekeo, Beda Venerabilis Bela, melalui Kabid Pengelola Informasi, Komunikasi Publik dan Aplikasi Informatika, Joachim Sala Bongo, menyampaikan bahwa keterbukaan akses ini menjadi prioritas utama di tengah situasi darurat. "Media Center disiapkan untuk memudahkan masyarakat maupun media massa memperoleh informasi resmi, terverifikasi, dan terkini," ujarnya dalam keterangan yang diterima redaksi.
Empat Kanal Resmi yang Bisa Diakses Warga
Selain datang langsung ke lokasi Media Center, warga dapat memantau perkembangan penanganan melalui sejumlah kanal digital milik pemerintah daerah. Akun resmi tersebut dikelola langsung oleh tim kehumasan Pemkab Nagekeo untuk memastikan tidak ada informasi simpang siur di tengah masyarakat.
- Facebook Suara Nagekeo
- Facebook Dinas Kominfo Kabupaten Nagekeo
- Facebook Pemerintah Kabupaten Nagekeo
- Akun Prokompim (Protokol dan Komunikasi Pimpinan)
Fungsi Media Center di Tengah Tanggap Darurat
Keberadaan pusat informasi ini menjadi jembatan antara pemerintah, warga, dan jurnalis yang bertugas meliput di lapangan. Dengan satu pintu informasi resmi, koordinasi penyaluran bantuan dan data korban dapat berjalan lebih tertib.
Media Center juga difungsikan sebagai lokasi penyampaian keterangan resmi pemerintah mengenai perkembangan penanganan pascagempa. Hal ini dinilai penting untuk menjaga ritme pemberitaan tetap akurat dan tidak mudah terpancing isu yang belum terverifikasi.
Hingga berita ini diturunkan, proses pendataan dampak gempa dan koordinasi lintas sektor masih terus dilakukan oleh Pemkab Nagekeo bersama instansi terkait di Nusa Tenggara Timur.