NUSA TENGGARA TIMUR — Keputusan itu diambil di tengah kondisi kontrak Jones yang memasuki 12 bulan terakhir. Secara finansial, menjual produk akademi pada musim panas ini memang menjadi kesempatan terakhir Liverpool untuk mendapat pemasukan signifikan, alih-alih kehilangan pemain berstatus bebas transfer tahun depan. Namun secara sportif, langkah ini meninggalkan lubang besar di lini tengah The Reds.
Hanya Tiga Gelandang Senior untuk Empat Kompetisi
Dengan hengkangnya Jones, Liverpool praktis hanya mengandalkan Alexis Mac Allister, Ryan Gravenberch, dan Dominik Szoboszlai sebagai gelandang tengah senior. Ketiganya punya kualitas level Premier League, tetapi kedalaman di belakang mereka jauh dari kata meyakinkan.
Wataru Endo masih ada di skuad, namun pemain asal Jepang itu lebih cocok sebagai pelapis bertipe defensif ketimbang starter yang mampu tampil tiga laga dalam sepekan. Trey Nyoni, gelandang 19 tahun, memang tampil menonjol sepanjang pramusim, tetapi memintanya menggantikan peran pemain senior di posisi sekrusial itu adalah ekspektasi yang terlalu tinggi.
Skema Iraola Butuh Gelandang Bertenaga, Bukan Sekadar Pelapis
Kondisi ini makin mengkhawatirkan jika melihat gaya bermain yang diusung Iraola. Sepak bola dengan pressing tinggi ala pelatih asal Spanyol itu menuntut energi luar biasa dari lini tengah — counter-pressing tanpa henti, transisi cepat, dan kerja box-to-box yang terus-menerus.
Meminta Mac Allister, Gravenberch, dan Szoboszlai menjaga intensitas itu sepanjang musim dengan lebih dari 50 pertandingan adalah undangan bagi cedera otot dan masalah kebugaran. Masalahnya, cedera adalah keniscayaan di sepak bola modern, bukan sekadar kemungkinan.
Bek Cedera, Szoboszlai Bisa Ditarik ke Kanan Lagi
Kekhawatiran itu diperparah kebiasaan Liverpool menarik gelandang untuk menambal posisi lain. Musim-musim sebelumnya, saat krisis bek kanan melanda, Szoboszlai kerap diminta turun ke posisi tersebut. Jika skenario serupa terulang, opsi lini tengah Liverpool langsung menipis dalam semalam.
Bursa Transfer Tak Memberi Harapan
Jendela transfer musim panas masih terbuka hingga hampir dua pekan ke depan, tetapi kabar dari bursa tidak banyak membantu. Prioritas rekrutan Liverpool saat ini justru difokuskan pada penyerang sayap, bukan gelandang tengah.
Nama Adam Wharton dari Crystal Palace memang dikaitkan, tetapi The Eagles dipastikan menolak keras pendekatan di akhir bursa. Pemain muda Inggris itu pun dikabarkan lebih memilih menunggu tawaran Manchester City setahun lagi.
Jual Jones Bisa Jadi Bumerang di Maret
Mengamankan 30 juta pound untuk pemain yang kontraknya hampir habis adalah keputusan bisnis yang masuk akal. Tapi keputusan itu hanya layak disebut sukses jika Liverpool sudah menyiapkan pengganti yang memenuhi kebutuhan Iraola dan meningkatkan kualitas skuad. Tanpa itu, The Reds bisa saja kehabisan tenaga pada Maret dan hanya bisa bertahan hingga akhir musim dengan sisa-sisa energi.