BORONG — Ketegangan mewarnai penanganan pengungsi gempa Flores di Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur. Camat setempat, Agustinus Supratman, terlibat adu mulut dengan petugas BNPB pusat di posko pengungsian pada Jumat (21/8/2026). Video kemarahan Camat pun menyebar luas di media sosial.
Dalam rekaman yang beredar, Agustinus terlihat kelelahan dan meninggikan suara. Ia mempertanyakan desakan petugas BNPB yang terus menyebut bantuan telah mengalir deras, padahal kondisi gudang logistik di kecamatan jauh dari kata cukup.
"Saya sudah tidak kuat lagi, saya stres, pak datang hanya tekan saya. Kita urus masyarakat, jangan bawa jabatan di sini," ucap Agustinus dalam video tersebut.
Data Bantuan yang Memicu Kemarahan
Puncak kekesalan terjadi ketika Camat diminta menandatangani berita acara serah terima barang. Ia menolak tegas karena jumlah barang yang tertera di dokumen tidak sesuai dengan kenyataan fisik di posko.
Berdasarkan catatan pihak kecamatan, logistik yang benar-benar tiba baru berupa 300 tas paket sembako. Setiap tas berisi gula satu kilogram, satu kotak daun teh, satu kotak susu Indomilk, dua bungkus margarin, kopi Kapal Api 350 gram, beras merek Boneka Sawah sekitar dua kilogram, serta satu kaleng ikan sarden.
Untuk logistik non-pangan, posko menerima lima karung selimut (total 3.375 lembar), lima koli matras (total 1.250 lembar), 16 ikat telur, 20 dos air minum mineral, 20 tenda keluarga, dan 50 paket hygiene kit.
Beban Pelayanan untuk 21.171 Jiwa
Agus menyebut beban kerja di posko sangat berat. Ia harus memastikan distribusi bantuan merata ke 11 desa yang menampung total 21.171 jiwa terdampak gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada Sabtu (15/8/2026).
Setiap logistik yang keluar-masuk posko harus dicatat untuk pertanggungjawaban. Tugas administratif itu disebut menguras tenaga di tengah situasi darurat. Warga yang menyaksikan kejadian mengaku kasihan melihat Camat bekerja sendirian mengatur logistik.
"Kasihan, pak camat yang atur setengah mati di sini," celetuk salah seorang warga di lokasi pengungsian.
Klaim BNPB Disebut Tak Sesuai Fakta
Agus menyayangkan informasi resmi BNPB yang menyebut bantuan telah mengalir deras ke wilayahnya. Ia menegaskan realitas di lapangan berkata lain dan meminta petugas pusat melihat langsung kondisi gudang sebelum memaksakan klaim tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, Camat Lamba Leda Utara belum merespons upaya konfirmasi terpisah. Namun, ia dilaporkan telah menyampaikan protes keras atas ketidaksesuaian data antara laporan resmi dan kondisi riil di posko pengungsian.