Pencarian

Pemkot Kupang Perkuat Layanan Kesehatan Reproduksi Remaja Disabilitas Lewat Program Body Talk 2.0

Selasa, 01 September 2026 • 18:00:01 WIB
Pemkot Kupang Perkuat Layanan Kesehatan Reproduksi Remaja Disabilitas Lewat Program Body Talk 2.0
Pemkot Kupang bersama PKBI NTT dan Yayasan NLR Indonesia meluncurkan program Body Talk 2.0 untuk memperkuat layanan kesehatan reproduksi bagi anak dan remaja disabilitas.

Pemerintah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, resmi memperkuat kolaborasi dengan organisasi masyarakat sipil dan komunitas penyandang disabilitas untuk memperluas akses layanan kesehatan reproduksi bagi anak dan remaja disabilitas. Program ini diwujudkan melalui kick-off proyek Body Talk 2.0 yang digagas Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) NTT bersama Yayasan NLR Indonesia, Selasa (18/2).

KUPANG — Anak dan remaja penyandang disabilitas di Kota Kupang menjadi prioritas utama dalam program kolaborasi anyar bernama Body Talk 2.0. Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang Retnowati menegaskan program ini merupakan wujud nyata pemenuhan hak dasar yang selama ini kerap terabaikan, terutama dalam hal kesehatan reproduksi.

Menurut Retnowati, kondisi fisik atau keterbatasan akses tidak seharusnya menjadi penghalang bagi seorang anak untuk memahami tubuhnya sendiri. Dengan pendekatan baru, anak dan remaja disabilitas tidak lagi diposisikan sekadar penerima manfaat, tetapi subjek yang memiliki suara, pengalaman, dan pilihan.

"Ini bukan sekadar pengenalan program, tetapi wujud nyata pemenuhan hak setiap anak dan setiap remaja, termasuk mereka yang hidup dengan disabilitas atau terdampak bencana, untuk tumbuh sehat, merasa aman, memahami tubuhnya, mendapatkan informasi yang benar, dan diperlakukan dengan bermartabat," tegas Retnowati dalam kegiatan tersebut.

Anak dan Remaja Disabilitas Jadi Subjek, Bukan Objek

Pendekatan Body Talk 2.0 berbeda dari program kesehatan pada umumnya. Fokusnya bukan sekadar memberikan penyuluhan satu arah, melainkan membuka ruang aman bagi anak dan remaja disabilitas untuk bertanya serta menyampaikan pengalaman mereka secara terbuka.

"Mereka harus didengar, diberi ruang untuk bertanya, dan merasa aman untuk menyampaikan apa yang mereka alami," kata Retnowati.

Ia menambahkan bahwa pembangunan yang inklusif tidak cukup hanya menyediakan fasilitas fisik. Suara dari anak dan remaja disabilitas harus diakomodasi dalam setiap proses perencanaan layanan kesehatan di Kota Kupang.

Mekanisme Program: Pendampingan Akses ke Puskesmas dan Klinik

Direktur Eksekutif PKBI Daerah NTT Moudy F. Taopan menjelaskan bahwa Body Talk 2.0 merupakan bagian dari proyek Building Effective Network (BEM) Kota Kupang. Proyek ini dijalankan melalui konsorsium yang melibatkan PKBI, Gerakan Advokasi Transformasi Disabilitas untuk Inklusi (Garamin), serta Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kota Kupang.

"Proyek BEM lebih fokus pada pemenuhan hak anak dan remaja dengan disabilitas, termasuk pelibatan orang tua. Sementara Body Talk 2.0 lebih fokus pada isu kesehatan reproduksi," jelasnya.

Program ini dijadwalkan berjalan hingga 2028 dengan dua sasaran utama. Pertama, meningkatkan pemahaman anak dan remaja disabilitas mengenai kesehatan reproduksi. Kedua, memastikan mereka mendapatkan akses nyata ke layanan kesehatan.

"Nanti akan ada pendampingan untuk anak dan remaja dengan disabilitas untuk mengakses layanan kesehatan yang disediakan di puskesmas, klinik, atau fasilitas kesehatan yang ada di Kota Kupang," ujar Moudy.

Dua Kecamatan dan SLB Jadi Wilayah Prioritas

Intervensi program ini dipusatkan di Kecamatan Kota Raja dan Kecamatan Maulafa. Pada tahap awal, sasaran difokuskan pada Sekolah Luar Biasa (SLB) dan sekolah inklusi di dua wilayah tersebut.

Selain kesehatan reproduksi, program ini juga dirancang untuk memperkuat pencegahan kekerasan berbasis gender. Perhatian khusus diberikan kepada anak dan remaja disabilitas yang terdampak kusta, yang kerap menghadapi stigma ganda di lingkungan sosialnya.

Pemkot Kupang menyatakan komitmennya untuk berkolaborasi dengan keluarga, sekolah, tenaga kesehatan, serta organisasi masyarakat sipil dalam memperkuat layanan inklusif ini. Kolaborasi tersebut diharapkan berkontribusi terhadap terwujudnya inklusi sosial yang lebih luas di Kota Kupang ke depan.

Follow kabarbajo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kupang.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks